Hancurnya Bicara Formalku dan Kejeniusan Selain Itu

Assalaamu 'alaikum...

Kamis ini aku menjadi salah satu mahasiswa sial yang nomor pesertanya terundi sebagai guru-guruan. Semakin sialnya, sebelum kegilaan itu aku bertemu tragedi-tragedi yang cukup membuyarkan konsentrasiku.

Dan musuh besarku, cemas akut itu terpaksa muncul ketika aku mensimulasikan mengetuk pintu kelas. Buyar!

Itu juga pertanda bahwa aku memang masih sangat kurang dalam berbicara formal. Karena obrolanku diluar itu, bisa kau tanyakan pada sahabat-sahabat dekatku bagaimana aku sebenarnya.

Aku bukan memuji diri, tapi aku mencoba menyemangati diri. Aku bukan manusia pilihan tuhan dalam segi formal, tapi aku dipilih tuhan untuk yang lain.

Tapi aku tak pernah menyepelekan formal, aku sadar, formal itu memang penting. Hanya, aku tidak terlalu mau memforsir hidupku dengan itu.

Aku adalah kebodohan yang diakui, dan kejeniusan yang tersembunyi. Hii...

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama