IPK Itu Tidak Penting!

Assalaamu 'alaikum wr.wb.

Mahasiswa layaknya siswa, memang tidak akan pernah terlepas dari penilaian dan nilai. Seluruh keingin tahuan, etika, bahkan pencitraan mereka akan dipantau hampir menyeluruh saat mereka masih dalam lingkaran masa perkuliahan.

Hampir seluruh mahasiswa akan sangat mengagungkan sebuah IPK yang merupakan antonim dari Indeks Prestasi Kumulatif. Sebuah sistem penentu mutu mahasiswa lama maupun baru. Nilai IPK dianggap menjadi syarat utama mencapai cita. Masuk perusahaan ternama dengan reputasi tinggi dan bintang lima.

Sekarang IPK seolah menjadi tujuan utama para mahasiswa. Bahkan mungkin sudah sejak lama.

Untuk mencapai nilai IPK tertinggi, mahasiswa akan melakukan berbagai macam hal. Mulai dari belajar sungguh-sungguh, membuat kesan baik pada dosen, banyak bertanya di kelas walaupun pertanyaan tersebut sebenarnya sudah ia ketahui jawabannya, pencitraan, atau mungkin sedikit memberi sedikit recehan untuk dosen-dosenan.

Menilik dari banyak masalah pada sistem tersebut, apakah sebenarnya IPK itu penting? Seberapa pentingkah?

Tulisan ini hanyalah sebuah opini dari seorang yang lelah dengan kenyataan lapangan. Bukan alasan atau pembelaan diri dari salah satu pemilik IPK kacangan. Menyoal salah atau tidaknya, sekali lagi ini hanyalah opini dari kenyataan.

Saya memiliki dua sisi pendapat tentang nilai IPK ini. Benar! Tidak penting dan penting.

IPK Itu Tidak Penting!





Mengapa pendapat negatif ini dibahas terlebih dahulu? Karena ini adalah ruang saya berteduh.

Dulu 4,0 adalah hal terindah yang ingin saya capai diawal perkuliahan. Namun entah kenapa, kini saya hanya duduk ditengah. Tidak butuh tinggi tapi berusaha menjauhi nilai rendah.

Nilai tinggi tidak penting ketika dikenyataan, sistem apatis ucap menjadi pembualnya. Hampir seluruh petinggi menentukan bahwa aktif berbicara akan memudahkanmu mendapat nilai terbaik. Melupakan mahasiswa yang aktif dengan tulisannya.

Pantas saja jika tulisan karya ilmiah mahasiswa kita masih jauh peringkatnya dari mahasiswa bangsa lain. Pantas saja jika politikus kita lebih banyak berbicara janji dibanding menuangkan bukti. Semudah itulah saya berpendapat.

Lagipula gaya bicara mahasiswa masih terlalu banyak berangan. Penuh dengan kurang berkepentinga ditambah lagi pencitraan. Lebih memilih banyak menyangkal dan mempermalukan teman dibanding menahan dan mencari kebenaran diluar.

Jika para petinggi jeli dengan penilaian, mahasiswa gahar akan terlihat mengucing. Etika terhadap mahasiswa lain tidak cukup baik, bahkan buruk. Masih banyak serangan-serangan terhadap mahasiswa rendahan. Menghina, menertawakan. Dosenpun tak luput dari mulut nyinyir yang dianggap kepintaran. Menghujat dari kejauhan. Bicara nama, seolah teman dekat. Semua berakhir, ketika dikelas. Mahasiswa macam apa itu?

Jadi, pantaskah IPK dipentingkan? Saya rasa tidak. Tak perlu bersusah payah bersaing dengan orang picik. Cukup sederhana, dan mencari keingintahuan dengan biasa saja.

IPK tidak akan pernah penting bagi pemilik keinginan menjadi seorang pengusaha dan membangun perusahaan. IPK tinggi hanyalah bonus dari hasil belajar mereka.

IPK Itu Penting!




Tak adil rasanya jika saya hanya membahas egoisme pribadi. Seperti yang saya katakan, ada dua sisi pendapat tentang IPK. Dan sekarang saya akan menjadi anda, pengejar IPK.

Nilai IPK itu memang sangat penting bagi kalian para pemimpi sudut lain yang salah satu syaratnya memang sangat membutuhkan nilai tinggi. Misalnya menjadi pekerja kantoran kelas atas atau menjadi pegawai negeri sipil.

Kejarlah IPK setinggi-tingginya, jangan tanggung-tangguh, cum laude sekalian. Tanamkan itu pada dirimu sendiri.

Satu pesan dari pemilik IPK kacangan, kalian harus mendapatkannya dengan kebenaran. Bukan seperti yang saya singgung diatas. Buat dosen terkesima dengan kecerdasan otakmu bukan kepintaran mulutmu. Biarlah mulut berbicara setelah otak brilianmu berpikir. Jangan terbalik.

Buatlah 4,0 mu sejajar dengan kerja keras orang penyayang disekitarmu. Jangan berdusta untuk mereka. Kerja keras, belajar cerdas, hentikan bila itu tidak pantas.

Saya tidak perlu banyak bicara soal kalian, karena kalian jauh lebih pantas banyak bicara untuk kalian sendiri. Kalian adalah hasil kalian sendiri.

Itu saja dua sisi pendapat saya soal IPK. Dimanapun ruanganmu sekarang, tak perlu merendah, tak perlu angkuh. Kesuksesanmu yang sebenarnya akan datang setelah lulus nanti. Kamu hanya perlu mempersiapkannya dari sekarang.

Bagi yang tidak mementingkan IPK, sejak kini kalian harus benar-benar menyiapkan amunisi cukup banyak dibanding yang mementingkannya. Dan yang mementingkannya, kalian hanya cukup menyiapkan kejujuran kalian untuk mendapat keberhasilan.

Selamat berjuang! Calon salah satu dari 7 pemuda Bung Karno!
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama