Rumahku bukan Sosial Media | Opini dan Isi Hati

Assalaamu 'alaikum...

Tepat malam ini, malam dengan tanggal yang cukup indah, aku memutuskan untuk tidak lagi berselancar dirumah maya lagi.

Kenapa? Karena banyak hal. Mulai dari kejenuhan dan ketidakbermanfaatan (tak bisa memanfaatkan tepatnya). Lalu banyaknya keluhan-keluhan orang lain yang diumbar dan akhirnya saya terpaksa tahu, juga perdebatan, pertengkaran yang sudah gila disana.

Sejak kurang lebih 2011 saya disana. Dulu indah, pertemanan, obrolan tentang keahlian, saling berbagi pengalaman. Sekarang itu seakan semu oleh hal-hal yang tak perlu.

Dan malam ini aku mulai memahami, aku sudah lelah menelusuri. Lelah dengan kebohongan diri sendiri. Lelah sekali!

Selain karena lelah, ada alasan lain tentang keputusan hidupku itu.

Aku merasa belum pantas memilikinya. Sosial media menurutku adalah alat berbagi kebaikan dan pengalaman. Aku masih belum punya.

Aku harus fokus mengejar tujuh mimpi yang kujanjikan pada lima orang itu. Sosial media telah membuatku terlalu jatuh hati padanya, seakan tak bisa hidup tanpanya.

Aku ingin memutuskan hubunganku dulu dengannya. Sampai aku benar-benar siap berbagi segala hal bermanfaat yang kuambil dari dunia nyata.

Sekali lagi, kuputuskan, dunia maya itu akan kutinggalkan untuk sementara sampai waktu tiba dengan segala kesiapannya.

Sukahurip, 18 November 2018
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama