Akhir dan Awal Sebuah Frasa "Kisah Cinta"

Assalaamu 'alaikum...

Hari ini, tepatnya ketika siang muncul sebagai gelap terang, aku bertanya sesuatu pada seseorang yang cukup membantuku dalam mengubah hidup gelapku di masa lalu. Sebuah kalimat tanya tentang arti cinta yang dirasakannya siang itu. Tentang apakah ia merasakan keindahan seperti dulu atau tidak sama sekali. Pertanyaan sederhana yang berakibat baik bahkan buruk tentang perjalananku selanjutnya. Dan jawaban yang kudapat adalah, tidak sama sekali.

Sebenarnya ia sempat memberikan jawaban ambigu, seperti biasanya. Ia berucap bahwa ia dalam keadaan berimbang. Namun aku menolaknya dengan alasan tidak ada konsep hidup yang tertulis dalam catatanku mengenai itu. Sebenarnya juga, sang gadis memberikan syarat yang harus aku lakukan agar ia melepas jawabannya. Namun kembali aku menolaknya. Dan dengan sangat berat hati, aku lebih memilih jawaban kedua setelah jawaban ambigu itu.

Kupikir ya sudahlah, aku harus menerima tulisan tuhan untukku. Meskipun rasanya berat. Biarlah.

Selepas itu aku mengucurkan salah satu kisah pahit dalam hidupku itu pada sahabatku yang tidak lama lagi akan menjadi ibu-ibu. Jawabannya seperti biasa, mencari aman dan damai. Tapi yang kuyakini, ia setuju dengan keputusanku. Ia seorang perempuan yang memang agak membingungkan, tapi yakinlah, perkataannya cukup mengandung makna tersirat yang tidak boleh dilupakan.

Melalui kejadian ini aku mempelajari banyak hal. Banyak sekali. Diantaranya adalah aku tidak perlu mencari cinta ditengah perjalanan menuju impian. Biarlah impian itu mengajakmu menggenggam tangan seorang perempuan halal yang pasti lebih baik dari yang dibayangkan. Itu semua adalah kado tuhan itupun apabila kau mengingat tuhan dalam perjalanannya.

Lalu apa yang akan kulakukan setelah kejadian ini? Bila pertanyaannya soal cinta, mungkin aku akan melewatinya dulu. Namun jika pertanyaannya soal perjalanan hidup, aku ingin mengejar Belitong dan Ikal. Dan semoga saja itu bukan sebuah omong kosong yang biasanya kusebutkan dalam catatan daringku.

Itu saja, aku ingin bertafakkur dulu. sanubariku terlalu lelah membicarakan setiap detail rasa pahit tanpa perkara siang tadi. Aku tak akan janji, tapi akan kuusahakan kisah ini tercantum dalam buku impianku. Aamiin.

hijab

NB: Satu hal saja, untuk calon makmumku dimasa depan, "terbukalah jika itu baik untuk saling kepercayaan kita, karena perasaan buruk muncul dari hal yang terus ditutupi meski itu hanya sebuah masalah kecil. Bertemulah denganku nanti saja, setelah aku tahu kau tahu aku."

Wassalaam...
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama