Sebenarnya Kenapa? Padahal Hanya Butuh Waktu

Assalaamu 'alaikum.

Tepat saat pemberangkatan menuju tempat KKN, hawa keasyikan sebenarnya sudah kurasakan. Melihat wajah-wajah yang sepertinya mampu menahan kebiasaan buruk bernama 'menilai langsung'.

"Nandar, Kau pendiam!" Celetuk mereka, dibeberapa waktu yang berbeda.

Ya, aku bereda. Tapi bisakah menahan dulu omong kosongnya tentangku dan membiarkanku beradaptasi terlebih dahulu? Karena aku butuh itu, sedangkan kau belum tahu itu. Jadi mengapa tidak membiarkanku dulu beberapa waktu saja?

Akhirnya karena mereka tidak terlalu bersabar menahan 'kritikan' ala 'mahasiswa', aku memutuskan untuk masa bodoh memperkenalkan diriku yang sebenarnya. Aku tidak peduli hinaan ataupun penilaian omong kosong, aku tidak peduli apakah aku harus bergaul atau tidak, karena kalian tidak sudi memberi waktu untuk itu.

Awalnya aku ingin menyelesaikan tugas ini dengan kontribusi yang ya minimal membantu. Tapi sekarang ini fokusku hanya menyelesaikan ini seadanya dan berharap sangat cepat berlalu. Ketidakpedulianku karena ketidakpedulianmu itu. Seperti itulah.

Terima kasih kenangannya. Silakan lakukan itu dan pertahankan saja, aku tidak mau menceramahi ceramah kau dan kalian.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama