Prospek.

Pertama-tama aku ingin berterima kasih pada diriku sendiri. Mencari ide dan berusaha menjalankannya, walaupun hasilnya masih kurang memuaskan. Begitulah.
priyamistry
Sebelum bicara soal prospek, aku ingin menceritakan beberapa usahaku, yang mungkin masih terlalu rendahan bagi mereka yang sudah berada di atas.

1. narasi-r.com

Hal yang mungkin paling besar jika dilihat dari segi pendanaan adalah ini. Jika kamu membaca ini dan kebetulan tahu soal domain, tentu kau paham mengapa aku menyebut ini usaha terbesarku dari segi pendanaan. Ya, aku harus membelinya dengan harga (diskon) yang cukup mahal buatku.

Situs ini belum cukup lama, jadi masih sepi. Pembacanya juga dari kalangan teman sosial mediaku saja. Situs ini berisi tentang materi sastra. Apapun yang berkaitan dengan sastra. Memang membosankan. Bahkan tulisanku pun tidak begitu bagus, orang makin malas baca.

Oh iya, situs ini sebetulnya tidak terlalu aku harapkan. Sebetulnya ada nama situs yang mungkin jau lebih menarik. Sayangnya, atas keteledoranku saat membelinya, aku terpaksa ikhlas.

Ya... apapun masalah yang kuhadapi dengan situs ini, aku akan tetap membangun situs ini dengan baik. Walaupun aku masih ingin berencana mengubah nama situs ini sesuai rencana awal. Artinya, konten di situs ini tetap ada meskipun aku mengubah nama situsnya. Tapi aku masih butuh biaya yang cukup besar. Biarlah, ini perjuanganku.

Buat kamu yang sudi mengunjungi situsku ini, silakan klik link di sini: Narasi R

2. Jadi freelancer di sebuah situs besar Indonesia

Saat aku mengetahui situs ini menerima tulisan dari anak muda yang hobi menulis, aku langsung tancap gas dan mencobanya. Beberapa bulan gabung, beberapa artikel buatan saya diterima. Walaupun saya sangat jarang menulis di sana karena beberapa kesibukan kuliah, penghasilannya cukup memuaskan. Beberapa rupiah mulai terkumpul, meskipun aku masih belum bisa mencairkannya (ada minimal rupiah yang harus dikumpulkan).

Sama seperti Narasi R, aku akan masih bekerja sebagai freelancer di sana. Meski penghasilanku tak cukup bagus di sana.

3. Belajar, Membaca, Latihan Terus

Dari dua usaha besarku buat jadi penulis, ada tiga kesimpulan dan satu introspeksi. Tiga kesimpulan itu ialah belajar, membaca, dan latihan terus. Aku masih sadar tulisanku masih acak-acakan dan tidak begitu menarik perhatian. Jadi, sangat penting tiga hal tersebut buatku kembangkan lagi.

Untuk satu introspeksi itu, aku masih belum dekat dengan TAQWA. Ketaqwaanku sangat-sangat kurang. Benar sekali. Kurang.

Jadi, untuk prospek menulisku saat ini memang belum begitu dapat dibanggakan oleh banyak orang. Tapi setidaknya, aku dapat membanggakan diriku sendiri. Sebuah prestasi yang tak bisa kulupakan dan akan kuingat sampai kapanpun.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama