Ternyata Begini Bahagianya Jadi Guru.

Satu minggu ke belakang, beberapa pesan singkat datang dari anak-anak didik saya. Mereka mengutarakan rasa rindu mereka pada saya. Entah rindu dengan mengajar saya, atau keseruan di kelasnya saja. Hehe. Apapun itu, saya sangat senang membaca pesan-pesan mereka.

Mengingatkan saya waktu remaja dulu. Iya, saya juga pernah mengutarakan rasa senang pada guru-guru kesukaan saya. Bisa jadi, dulu, guru-guru saya juga merasakan perasaan saya sekarang.

Pesan-pesan singkat itu intinya tentang rindu mereka. Bahkan ada yang bilang terlalu sakit jika mengingat perpisahan dengan saya. Sebegitu baguskah momen saya bersama mereka? Karena kalau dipikir, saya tak terlalu dekat jika dibanding dengan guru PLP lain. Kalau memang saya seperti itu, saya sangat terharu.

Ini ternyata rasanya. Bahagia, rindu, terharu, campur aduk. Ingin sekali saya memberi kejutan pada mereka dengan datang ke sana kembali. Tapi waktu masih belum memberi izin. Lagipula jarak kami terlalu jauh. Sedih rasanya. Untungnya, saya punya akun-akun media sosial mereka. Jadi, jika kami saling rindu, kami bisa memberi pesan itu.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama