Kupersembahkan Tuhan Untukmu


Pertigaan susunan kata bicara
Menyoal kita, yang lalu lalang di jalan padang
Namun tak jua bermuara di atas aura yang sama
Sampai-sampai ragu menyentuh sudut paling selatan

Ibaratnya adinda bicara, "sayupkah lelah beserta doa kita?"
Ku berkelok ke arah utara tanpa dusta
"Benarlah tuhan cukup buat adinda."
Lalu, "sayupkah takdir Tuhan itu?"
Aku menengadah di atas persimpangan jalan bau hujan
Menyaksikan awan langit dan Tuhan berdebat

Taman O bisa jadi hakim atas garis lurus pertigaan itu
Seandainya tiga, empat langit tak mampu patahkan hujan
Adinda boleh merendah lalu pulang ke masa bahagia lain

Aku hanya boleh berijab serta membisik padamu
Kupersembahkan Tuhan untukmu
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama