Catatan Hari Ini: Logika Pemikir yang Dikalahkan Ego Sendiri

Hari ini sudah susah payah aku sopan santun, tapi hasilnya, yang disantuni melawan logikanya sendiri dengan egonya. Aku jadi khawatir dengan asumsiku sendiri, iyakah yang sejatinya pemikir justru kalah dengan ego sendiri? Mohon maaf kalau salah sangka, satu orang salah, memang terpaksa semua salah. Begitulah nyatanya hidup.

Kalau aku jadi dirinya, gampang sekali aku menjawab, "masuk saja, hari ini saya sedang mengawas yang sedang berkepentingan. Tidak usah ikut jam lain." Selesai, dan tak ada yang dirugikan.

"Anda saja yang tidak mau sedikit kerja keras! Saya ingin kamu berpikir."

Iya... Lagi-lagi logika kalah dengan ego, aku lagi yang salah. Sebetulnya baik jika mengajarkan soal disiplin, tapi konsekuensi tidak masuk kelas juga harus diutarakan dengan sejujurnya. Kadang, seorang yang dididik itu bersusah payah buat memenuhi kemauan yang mendidik. Dan sekali lagi, egonya tidak mau dilawan dan disalahkan.

Sudah dua kali seperti ini. Saya semakin benci saja dengan tingkat pengetahuan konseling pengajar yang di bawah rata-rata.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama