Minim Diksi, Haruskah Kulanjutkan Lagi?

Dari kejadian hari ini, yang sangat-sangat menyesakkan hati. Iya, aku tahu ini kecerobohan diri sendiri. Tapi sebegitu haruskah aku mengalami ceroboh ini? Dan aku memang masih jadi manusia kotor, tapi sebegitu haruskah aku tak boleh suci dengan cara sendiri?

Aku juga tahu aku sudah berjanji, soal Minim Diksi adalah harga diri cukup tinggi. Sialnya aku mengalami keburukan yang juga cukup tinggi.

Sejak awal Minim Diksi dibentuk saja, alam serasa tak pernah datang menyambut baik. Mulai dari pendaftaran, penambahan, perbaikan, semua ditolak mentah-mentah. Dengan tambahan, aku mesti berpikir keras untuk memperbaiki lagi. Lalu pada akhirnya gagal, lagi.

Hari ini aku didera masalah yang sebenarnya awalnya kecil, sangat kecil. Tapi ketika aku berniat memperbaiki itu, tiba-tiba masalah jadi setengah besar. Aku coba perbaiki lagi, masalah jadi tambah besar. Sumpah, menyesakkan. Aku yakin ini teguran. Tapi aku juga tak terima, capek sudah.

Haruskah semua ini aku perbaiki lagi dengan konsekuensi gagal lagi? Haruskah aku seperti pencipta lampu bohlam yang harus gagal 100 kali? Ditambah lagi, harus pada siapa aku mengadu dan ia bisa menjadi pendengar yang baik? Sungguh aku selalu mengalami kesendirian lagi jika hal-hal macam ini datang lagi. Sudahlah, aku ingin istirahat dulu dari Minim Diksi. Aku perbaiki sebisaku, sampai ia kembali lagi. Setelah itu, aku belum mau peduli lagi.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama