Teh Fitria, Om Andrea, Maaf Aku Belum Bisa

Lautan kesedihan, alinea kekecewaan, lagi dan lagi. Catatan waktu pada diari digital ini berkutit hanya soal ambisi tanpa henti. Setelahnya, sadar diri kembali.

Seperti kata Om Andrea, "Tuhan akan selalu memeluk mimpimu." Hingga kini aku masih meyakini itu meski tinggal seukuran kutu. Waktu berlalu.

Teh Fitri, sang awan langit, tutup mata dan usap sedihmu. Surga harusnya soal bahagia, biarkan adikmu ini terus menerus berliku. Aku dan penyesalan selalu diputar waktu. Tulisan-tulisan nyatanya hanya diam dan bisu. Kutu buku saja tak mampu.

Sekalian aku mau mengucapkan. Untukmu berdua jangan bosan, menarikku pada ambisi dan kedamaian. Karena aku dan tulisan, sulit sobek meski dibuang lautan.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama