Jujur, Benar-benar Hancur. (Tulisan ini mengandung unsur kebingungan jika tak tahu alasan)

Inkonsistensi. Sebuah konsep kata yang sering menyeringai di otakku hari ini, dua bulan belakangan ini.

Iya, aku memang sempat bicara, "santai saja." Tapi entah kenapa terlalu santai. Atau memang sebenarnya dari awal tak ada keinginan untuk sedikit saja lebih serius. Serius?

Lalu, ternyata semuanya telah beralih pada pilihan masing-masing. Inkonsistensi, sekali lagi. Sepi tanpa tulisan, riuh dengan goresan. Sekiranya habislah tinta lalu pergilah ia, bersama kontestan lain yang kulihat lebih sangat serius.

Oke, saya tidak apa-apa. Lagipula semuanya boleh menentukan kepentingan masing-masing tanpa harus diberi stigma. Kalau tak lagi mau, kalau tak lagi memiliki visi sama, kenapa harus bertahan.
Memang membosankan hanya sebatas coretan-coretan. Maka aku hanya ingin bilang, "terima kasih dan maaf, tak bisa memberi lebih."

Akankah kembali berakhir? Jawabannya, iya. Saya atas nama sang pemilik akan mengakhiri secara sepihak. Dan ini akan menjadi konsep bersama terakhir. Nanti-nanti aku lebih akan independen saja. Kalaupun ada yang tertarik, aku akan memberi sedikit undang-undang atau surat bertanda tangan. Becanda, itu hanya sebuah kiasan. Intinya aku akan sangat butuh tekad dan konsistensi.

Hey, aku menulis ini diiringi lagu-lagu motivasi. Jadi, aku tak pernah bicara soal menyerah. Hanya untuk kali ini saya akan menutup kekecewaan dan mempersiapkan independen konten yang jauh lebih serius. Doakan saja. 😇
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama