Polemik Aku Saya


Tulisan ini sebetulnya tak penting, takkan ada juga yang peduli. Tapi, demi memenuhi hasrat blogging, ya sudahlah.

Polemik aku dan saya. Kadang-kadang saya bingung memilih kedua nama ganti itu saat saya menulis tulisan bebas tanpa mikir keras. Bagusnya memakai kata aku atau saya?

Entah kenapa, dua kata yang sama makna ini terlalu rumit untuk dipilih seorang makhluk nusantara. Katanya, kata AKU itu sekilas terlalu sok imut dan lebay. Katanya, kata SAYA itu terlalu sopan dan mencerminkan keformalan. Maka dari itu aku kadang bingung memilih.

Menurutku keduanya sama saja. Meski memang berbeda rasa saat mengucapkan keduanya. Ya... Mirip deskripsi di paragraf atas lah. Maka, untuk menerapkan keadilan sosial bagi seluruh bahasa Indonesia, aku memakai keduanya. Entah satu kata dalam satu artikel atau keduanya. Yang penting tulisanku tak serumit bintang jatuh yang tak pernah mengabulkan apa-apa.

Memakai kata GUE saja? Tak pernah terpikirkan soal itu. Lebih menggelikan untuk diucapkan, bagi saya. Takkan bisa dan tak akan pernah.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama