Untuk Aku di Tahun 2023

Halo, Nandar IR.

Seharusnya tahun ini kau sudah jadi penulis buku atau mengembangkan blog impianmu. Atau setidaknya kau sedang menuju keduanya. Benarkan?

Maka biarkan aku memberi selamat atas keberhasilanmu. Perjuanganmu tidak sia-sia selama ini. Meski kata orang, tidak sekalipun kamu melangkah. Tapi aku tahu bagaimana kacaumu dulu, atas perjuanganmu.

Masih ingat aku di tahun 2020? Aku saat itu sedang benar-benar tidak memiliki semangat apa-apa lagi. Tidak ada langkah, terlebih ketika aku kehilangan beberapa momen menuju impian. Bisa disebut sial, karena jika "tidak beruntung" itu sama saja menghina Tuhan. Ya, aku waktu itu masih sama saja. Bejat!

Untungnya tahun ini kamu tidak begitu lagi. Kamu sudah tahu kamu telah menghancurkan banyak mimpi karena terlalu memikirkan mimpi lain. Aku harap kamu tak kepikiran mereka, sang pendusta dan pencela. Aku sangat, sangat, sangat yakin, kamu jauh lebih baik tahun ini.

Oh, iya! Jangan lupa mampir ke mimpi keduamu. Aku tahu aku sudah pernah mampir di 2020 ini, tiga kali malah. Tapi tahun ini momen indahmu, maka ia juga perlu tahu. Pasti ia sedang tersenyum melihat adik sulungnya telah tersenyum kembali. Seperti saat bermain dulu. Biarlah ia semakin tersenyum di kala surga sudah membuatnya tersenyum. Ia pasti sangat bangga padamu sekarang ini.

Lalu setelah ini, kau berarti sedang akan mau mewujudkan mimpi ketiga bukan? Ah, tidak terasa ya. Semoga saja mereka masih bisa kau lihat dengan jelas. Mereka pasti masih sehat, aku sangat yakin.

Yap, kamu juga pernah berniat untuk mendatangi rumah seorang wanita pilihanmu. Seharusnya itu juga dilakukan tahun ini. Sudah? Atau menuju? Menunggu? Atau malah belum siap? Aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya tahun ini. Kalau memang siap, lakukan. Kalau belum, jangan memaksakan. Aku tidak akan membuat beban berat, kita sudah berjanji.

Terakhir, jangan lupa kamu buat pesan juga untuk aku di 2030. Jadi masyarakat!!

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama