Sementara.


Kisah-kisah panjang, 23 tahun lebih. Dari masa kecil yang aduhai indahnya, sampai pada kelamnya lara masa dewasa. Untuk sementara, kututup dulu saja.

Malam ini kuikrarkan membuat cerita baru, niatan baru, doa baru. Tidak lagi usaha jadi bodoh sendiri, sengaja membodohi, yang hingga orang membenarkan kebodohan memang terjadi.

Sumpah, aku bersumbah, lelah. Lelah menjadi tak berguna. Dibohong-bohongi peristiwa paling bias tak terduga. Disombongi manusia yang mulanya kutawarkan, ikut mencicipi bahagia.

Terserah untuk malam ini. Aku mau jadi diriku sendiri tanpa memikirkan kemauan orang, pemaksaan diri. Mauku kini, kembali pada posisi masa kecil. Bukan kerikil yang dibawa tangan usil. Atau dilempar ke lautan oleh bocah tengil.

Aku terlalu lama berhalusinasi, yang imbasnya ditinggal jauh pergi. Langkahku terlalu kecil, sekecil abu korek api. Putus asa, terbakar harapan tinggi.

Maka dari itu, untuk sementara aku mau menutup rapat memori tadi pagi sampai ujung pagi. Untuk sementara, janji-janji kututup rapi.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama