Tepat Hari Ini, Aku Mau Berjanji Lagi

Dari sekian hati yang pernah singgah, hanya perempuan ini yang membuatku sadar mengapa aku harus sejenak merelakan rasa cinta. Cinta pada perempuan, bukan ibu.

Perempuan ini tak pernah menolak perasaan yang sempat kuutarakan. Tapi ia juga tak menerima itu, setidaknya sampai ia siap. Kukira begitu. Semoga saja memang begitu.

Ia justru menyuruhku untuk merintis yang ada dulu. Semisal soal skripsi yang belum tamat-tamat juga, menulis di blog dan (cita-cita) di buku, dan sebagainya. Baru setelah itu aku memikirkan dia lagi. Harapku.

Lalu, malam ini aku mau berjanji lagi. Pada-Mu sang penguasa segalanya. Aku tak akan lagi memikirkan soal dia dan bagaimana ia, Kau pertemukan padaku. Sejatinya ia jauh, dan aku tak tahu mengapa ia bisa berada di kisah pengharapanku.

Aku tidak memaksamu untuk mau menjodohkanku padanya. Aku tidak mau memaksakan yang tidak bisa kupaksakan. Biarlah aliran laut berseberangan pulau ini yang mengisahkan kelanjutan ceritanya. Tapi, kau pasti tahu, apa isi hati hambamu.

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama