Pacaran Pertama Kali, yang Menyelamatkan Hidup Terpuruk

Di sini, aku sama sekali tidak mau menyebutkan bahwa pacaran itu juga ada baiknya. Karena apapun baiknya, jika pacaran sebelum waktunya memang sudah tidak diragukan lagi pengharamannya. Aku hanya akan berfokus pada pertolongan Tuhanku, Allooh, melalui seorang wanita.

Ia seorang gadis yang satu kampung denganku. Saat pertama kali mengenalnya, rasa suka benar-benar terbentuk dengan sendirinya. Lalu pada akhirnya, kami menasbihkan diri sebagai pasangan kekasih. Sekali lagi, kejadian ini hanya masa lalu yang tidak perlu lagi diulang.

Sebelum pertemuanku dengannya, aku sedang berada di fase tidak memungkinkan bertahan hidup. Sayup-sayup suara tanpa asal mula, bergaung di dalam pikiran. Menyuruhku untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan bunuh diri. Meski pada saat itu aku masih waras memikirkan neraka jauh lebih pesih, tapi rasa ingin mengakhiri itu lambat laun membulat.

Untungnya, hanya beberapa hari sebelum tekad itu membulat, wanita itu menyapaku di sosial media. Layaknya gadis remaja, ia memperkenalkan dirinya. Kadang bertabur malu, seringnya begitu.

Wanita itu sempat memberi pengharpan soal impianku dulu. Bertemu bidadari penjaga hati yang sunyi. Menjaga mental yang lemah. Dan ia sempat melakukan itu tanpa kuberi tahu. Wanita itu kadang kala memarahiku sebab aku lemah, wanita itu kadang bawel sebab aku banyak mengeluh, wanita itu kadang memberi senyum sebab aku bisa kembali bangkit. Momen itu benar-benar menjadi tolakan terhadap keinginan sesat. Menolongku pada titik ujung yang pasti menjerumuskanku pada kepedihan lain.

Apapun masa lalu yang akhirnya mengakhiri hubungan itu, ia tetap pantas kujadikan sebagai bidadari penjaga diri. Bidadari yang mengubah segala macam problematika yang menggaung suram dalam kepala. Wanita yang bisa sedikit kusandingkan dengan almarhumah kakakku.

Terima kasih, terima kasih banyak atas segala perhatian itu. Kini, aku sedang cukup membaik.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama