Ribut.

Aku memang tahu, tak selamanya berkeluarga sama dengan bahagia. Aku memang tahu seberapa ego manusia kalau sudah ribut. Takada yang mau mengalah.

Tapi kemarin aku benci keduanya. Benci, bahwa mereka sama sekali tak memedulikan adik sepupuku, keluarga mereka juga. Kemarin ia bahagia menyambut hari besar dalam hidupnya, pernikahan. Mengapa mereka begitu tidak menahan semua ego, demi dia, demi melihat ia tersenyum selalu.

Aku tak tahu apakah adik sepupuku ini tahu soal ini, tapi yang jelas akan sakit rasanya kalau ia tahu. Mudah-mudahan saja ia tak tahu apa yang terjadi.

Ribut, menghancurkan kebahagiaan dari perkumpulan yang sesaat. Momen seperti ini pasti akan jarang terjadi lagi, dan mungkin tak sekompak ini lagi.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama