Bagaimana? Maumu Apa?

Seolah segala usahaku, segala keinginan membantu, tak pernah dan tak mungkin dipedulikan. Mau bagaimanapun berusaha, aku hanyalah pecundang di mata lingkungan. Aku hanyalah seorang cupu, pendiam, tanpa prestasi sejak kecil. Seorang lelaki yang mungkin sudah dianggap mati bagi sebagian orang.

Bosan terus berusaha berbaikan. Bosan mengeluarkan segala cara untuk bisa diakui saja. Bahwa aku ini masih ada. Kebanyakan hanya berpikir bahwa yang bisa membangun masyarakan hanya yang JAGO NGOMONG saja, yang jago dalam BIDANG AGAMA saja. Potensi lain tidak pernah dianggap membangun, hanya remah-remah pelengkap. Bahkan mungkin malah dibentak, saking tak penting.

Sudahlah, Day. Sekarang, kau boleh membantu ketika apa yang kau mau memang sudah ada. Jangan berusaha nyari solusi sendiri, pas gak ada malah kesel sendiri. Sudah! Ada ketika butuh, bodo amat ketika tak diperlukan. Begitu saja sudah.

Tolong, jangan ulangi lagi kebodohan yang kau buat sendiri.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama