Titik Jenuh.

Hidup menjadi manusia terkadang memang pelik. Takkan selamanya bisa tersenyum lebar. Harus ada rasa sakit terus-menerus sampai membuat jenuh. Dan aku sedang mengalami itu.

Dua tahunan yang lalu aku sempat memimpi tentang menjadi seorang penulis. Sebagai permulaan, untuk mewujudkannya, aku mulai rutin menulis di blog. Blog yang kupikir sudah terlihat matang, untuk menggambarkan jati diriku. Blog yang kuberi nama Ruang eNIeR.

Setahun blog itu kujaga dengan sangat sabar, pada nyatanya pergi juga. Beberapa hari menuju setahun Ruang eNIeR berdiri, blogku tak bisa diakses lagi. Benar-benar hilang, sulit dikembalikan.

Syok, capek, merasa selalu tidak beruntung, membuatku sulit mengekspresikan kejadian itu. Aku tak bisa menangis, aku tak bisa memarahi siapapun.

Kemudian, aku berencana istirahat dari kegiatan menulis. Tapi sekali lagi, bahkan untuk bisa mengistirahatkan akal sehat saja seperti tak diizinkan. Belum juga hitungan menit mematikan ponsel, tifus, radang tenggorokan kronis, dan beberapa penyakit lain datang tanpa permisi. Otomatis, otakku dan seluruh tubuh dipaksa bekerja menahan rasa sakit. Rencana seminggu menenangkan diri sendiri, tak bisa terwujud.

Aku merasa jenuh hari ini. Sebab hampir yang kulakukan selalu saja dilanda kesialan. Bahkan untuk hanya meminta istirahat. Bingung.

Dampak terburuknya, aku sama sekali sulit menemukan ide menulis. Cerpen-cerpen yang rencananya ingin kuselesaikan bulan ini, juga entah mau kuapakan. Aku belum peduli lagi.

Aku berada di titik jenuh hari ini. Aku sedang tidak percaya kerja keras. Aku sedang tidak percaya konsistensi. Aku sedang tidak percaya.

Sebenarnya, aku masih jadi manusia, atau makhluk percobaan?
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama