Hilang Ambisi.

hilang ambisi
Sudah mulai abu-abu sebetulnya. Tapi kamera ponselku begini memang.
Aku menengadah pada langit subuh hari, yang masih sangat gelap. Tentu, tanpa satupun bintang yang biasa bercahaya. Penuh kehampaan, padahal, beberapa waktu nanti ia jadi kerinduan orang-orang bersyukur.

Di depan pintu rumah lantai dua, aku terbelenggu sebuah waktu. Diselimuti hawa dingin yang terasa menusuk. Menanyakan ambisi yang lama-lama tak tahu arah.

Sekumpulan kalimat berbondong-bondong pergi dari imajinasi. Menyisakan kegamangan, menyisakan berat hati.

Aku sedang terobsesi dengan materi. Mengingat, realitas menggusur paksa harga diri. Jujur saja, aku dalam fase butuh uang sebagai identitas manusia hari ini.

Bisa saja aku mengatur waktu, tapi tentu saja tak seikhlas dulu. Lagipula...

MEMANG SEHARUSNYA LELAKI CARI UANG!!!
NGAPAIN SIBUK BERAMBISI, KALAU MASIH SAJA BELUM MENGHASILKAN UANG!!!
KAU LIHAT, LIHAT PERJUANGANMU SETAHUN KEMARIN?! HILANG! SIRNA! DIMAKAN MEREKA YANG MASA BODO!!!
SUDAH, SIMPAN MIMPI-MIMPI BAJINGAN ITU SEBENTAR SAJA!!! DASAR LELAKI PRODUK GAGAL!!!

Begitu saja.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama