A Tale of Two Sister, Sajian Film Horor yang Berbeda

Entah kapan pertama kali saya menonton film A Tale of Two Sister ini. Tapi yang jelas, film yang disutradarai Kim Ji-woon ini membuat saya tahu, bahwa film horor bukan hanya sekadar jumpscare hantu kemudian terbunuh. Lebih dari itu, A Tale of Two Sister justru menghadirkan sisi psikologi rasa bersalah manusia, ketika kehilangan orang yang dicintainya.

A Tale of Two Sister dibintangi oleh Im Soo Jung, Moon Geun-young, Yeom Jeong-ah, Kim Kap-su. Keempat pemain inlah yang menjadi peranan penting, mengapa film ini bisa berhasil menjadi film horor perdana yang masuk industri Amerika Serikat.

Sebelum masuk ke pembahasan sinopsis dan lainnya, saya mau mengingatkan terlebih dahulu, bahwa konten ini mungkin saja memiliki beberapa spoiler. Jadi, demi kenyamanan bersama, silakan tonton terlebih dahulu film A Tale of Two Sister, yang sudah tersedia di layanan streaming VIU, secara gratis.

SINOPSIS

Soo-mi beserta Soo-yeon, adiknya, tinggal bersama sang ayah dan ibu tirinya. Soo-mi dan sang adik hidup bersama dalam ketakutan. Mereka membenci ibu tiri mereka sendiri.

Soo-mi dan Soo-yeon, begitu berhati-hati ketika berhadapan dengan ibu tirinya itu. Mereka pikir, suatu saat, bisa jadi sang ibu menyingkirkan mereka berdua. Persis seperti kepada ibu kandungnya.

Di malam pertama pasca pemulihan kejiwaan Soo-mi, ia selalu merasa ada yang sedang direncanakan ibu tirinya. Bukan hanya itu, Soo-mi sesekali juga seperti diteror oleh mendiang ibu kandungnya sendiri. Begitu pula yang dirasakan Soo-yeon. Terlebih, Soo-yeon juga sangat ketakutan dengan lemari besar di dalam kamarnya.

Sebagai kakak, Soo-mi begitu sayang dengan Soo-yeon. Ia akan selalu ada bersama sang adik, dan takkan pernah meninggalkannya dalam bahaya lagi. Bahkan, ia bisa dibilang kakak yang sangat protektif.

BAHAS FILM: The Maze Runner

Hingga, di suatu ketika, ibu tirinya merasa geram dengan ulah Soo-yeon. Ia marah, karena burung yang ia sengaja rawat, mati dan ditemukan di kamar Soo-yeon. Ibu tirinya mengira bahwa itu adalah kesalahan Soo-yeon. Soo-yeon harus menerima hukuman yang “setimpal”.

Saat malam menjelang, ibu tirinya sudah benar-benar tak waras. Ia merencanakan sesuatu, untuk mengakhiri hidup Soo-yeon.

Terlambat mengetahui nasib sang adik, kejiwaan Soo-mi menjadi tak karuan lagi. Namun, sang ayah yang selalu heran dengan kelakuan anaknya, tidak sanggup melihat tingkah laku Soo-mi yang semakin tidak bisa diperbaiki.

Sang ayah berusaha menyadarkan Soo-mi, bahwa ada kejanggalan yang terjadi di rumahnya, dan jiwanya sendiri.

REVIEW

Seperti yang sudah disinggung sejak awal, A Tale of Two Sister bukanlah film horor pasaran biasa. Selalu menghadirkan jumpscare di mana-mana. Bahkan sang penulis, yang adalah sutradaranya sendiri, berani menampilkan hal yang berbeda pada filmnya. Alih-alih menghadirkan banyak kekagetan bagi penonton, Kim Ji-won lebih menghadirkan sisi psikologis yang ciamik. Menempatkan sang tokoh utama, yaitu Soo-mi, pada dua sudut pandang yang berbeda. Antara menghadapi teror hantu di rumahnya, juga ibu tiri yang sudah ia anggap gila seperti dirinya.

Penonton juga akan merasa sangat iba dengan cerita keluarga ini. Terutama kedekatan yang ditonjolkan antara sepasang adik dan kakak. Im Soo Jung, sukses menampilkan sosok kakak protektif yang tak mau adiknya dalam bahaya. Moon Geun-young, juga berperan aktif sebagai adik yang manis dan polos. Keduanya, sangat tidak kaku dengan peran masing-masing. Sama-sama saling mengisi, membentuk chemistry yang dapat membuat penonton terfokus pada mereka berdua.

Yeom Jeong-ah yang berperan sebagai ibu tiri, juga tak kalah menarik perhatian. Sisi creepy yang ia tampilkan, benar-benar membuat jantung bergetar, tapi sekaligus murka. Sisi jahatnya malah lebih menakutkan daripada hantu ibu, yang hanya beberapa kali muncul saja.

Minus dari film ini, buat saya pribadi, terdapat pada adegan akhir yang menceritakan kronologi mengapa Soo-mi menjadi tidak waras. Rasanya tak masuk akal saja, ketika lemari misterius yang ukurannya terlihat besar itu, tidak membuat panik minimal satu orang saja ketika jatuh menghantam lantai.

REKOMENDASI FILM: Rekomendasi Film Horor Pendek

Saya tidak begitu tahu bagaimana tingkat kepedulian orang Korea Selatan terhadap sesama, atau bahkan keluarganya sendiri. Tapi jika dipikir lebih rasional lagi, seharusnya kejadian itu tidak akan terlalu rumit. Apalagi saya teramat kesal ketika sang ayah malah terkesan bengong dan tak peduli sama sekali.

Skor 8,3 untuk film A Tale of Two Sister ini. Mungkin skornya akan lebih tinggi jika latar belakang di akhir filmnya bisa lebih diterima. Untungnya, cerita yang begitu menyentuh sekaligus mengerikan, menutup lubang yang cukup mengganggu buat saya pribadi.

Itulah review atau pembahasan film A Tale of Two Sister. Sebuah tontonan wajib bagi para penikmat film horor. Sedikit unsur jumpscare, tak membuat kenikmatan menonton film ini menjadi berkurang. Langsung tonton saja filmnya di aplikasi VIU, yang bisa kamu unduh di Play Store. Gratis!

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

2 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. uda nonton film ini dari lama
    dan baru sadar sekarang tokoh utamanya im so jung dah 40 tahunan kan ya...moon geum young di sini pas masi keci


    aku nonton ini begidik ngeri soalnya tak kusangka pelakunya si kakak yang baru keluar dari rsj..kirain ibu tirinya...trus adegan karung berdarah dan hewan yang dmatiin serem banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Gusty. Udah pada tua semua. Saya nontonnya pas masih sma.

      Buat saya pribadi sih, ini film horor terbaik yang pernah saya tonton. Nggak cuma ngandelin jumpsacre aja, tapi ceritanya juga kena banget di hati.

      Hapus
Lebih baru Lebih lama