Ambisi mimpi ke-5 sudah usai, terima kasih.

Aku tidak pernah tahu apakah malam ini adalah puncak kekecewaan yang kualami. Sebab rasanya aku telah berusaha menjadi yang terbaik untuk mereka, sesuai kemampuan yang kupunya.

Tapi keacuhan yang mereka sengaja buat, telah menjadi bekas menyakitkan. Malam ini. Aku yang sedang ingin baik-baik saja, pada akhirnya hanya mau menyerah saja.

Lagipula capek juga memenuhi ekspektasi orang. Capek juga menjadi sesuai. Terlalu banyak, terlalu ditekan.

Maka, selamat jalan ambisi mimpi ke-5. Aku menghapus segalamu. Terima kasih, usahamu kuhormati.

Jangan takut dengan tuntutan bersaudara seagama di akhirat nanti. Sebab Tuhanmu tahu, kamu pernah peduli, tanpa dipedulikan.

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama