h2amzOiq2Tn9rmGhajOa165fMKwBqbFxQjYwl3bC

Cukup di Belakang Lensa Kamera | NGOBROL #8

Kamu tahu, aku sejujurnya memang tak suka masuk barisan kenangan di sudut gambar manapun. Melihat orang-orang yang pernah bersama denganku, kemudian pergi, terasa menyakitkan. Aku memang terlalu moody kalau disuruh mengingat masa lalu.

Maka sebagai gantinya, supaya aku masih tetap jadi bagian dari kenangan itu, aku lebih suka berada di belakang lensa kamera. Sebagai tukang foto, atau mereka sebut bagian dokumentasi.

Jadi, ketika mereka atau mungkin kamu sedang melihat-lihat foto masa lalu, mungkin akan terbersit namaku dalam pikiranmu. "Oh, yang moto Nandar." Walaupun memang sedikit kemungkinannya.

Memotret orang dan mendengar namaku disebut, memang semenyenangkan itu. Ada rasa bangga ketika orang-orang mengakui keberadaanku. Tidak, tidak ada kesombongan sedikitpun. Ini murni soal bagaimana caraku bahagia.

Aku juga termsasuk salah satu orang yang susah kalau diajak foto bersama. Terlebih kalau dipaksa. Alasannya, ya seperti yang kuceritakan tadi. Bukan malas, apalagi menyepelekan solidaritas.

Kalau memang momennya sangat-sangat langka dan aku menginginkannya, pasti aku bakal ikut foto bersama. Bukan masalah mana yang lebih penting, tapi yang mana yang lebih punya kesan.

Ketika orang-orang sendu dengan hasil jepretan, juga editan videoku, maka aku bisa merasakannya juga. Ketika orang-orang merasa bahagia dengan itu, aku merasakannya juga. Bahkan, jika mereka membencinya, aku memahami itu juga.

Momen-momen yang kuabadikan tanpa diriku di dalamnya, tak berarti aku tak bisa merasakannya. Malah, dengan sifatku yang moody-an ini, mungkin justru lebih bisa merasa.

Terakhir, aku ingin membagikan karya terbaikku di belakang lensa kamera, dalam bentuk video. Siapa tahu, kamu tertarik.



DONASI VIA TRAKTEER Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.
Baca Juga
Nandar IR
Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Mungkin Kamu Suka

Posting Komentar