Aku sebenarnya sering berprasangka, "mungkin dia sibuk, atau terlalu penat dengan aktivitasnya yang padat, atau alasan lain."
Tapi tadi kulihat dari jauh, ia seperti terlalu senang untuk prasangka ku itu. Atau hanya aku yang kurang terlalu banyak bergaul sehingga tak tahu apakah itu kesenangan, atau apa. Pastinya ini hanya pandanganku. Seorang yang selalu dikata-katai bisu, dingin, sombong ataupun kata-kata yang sering terdengar untuk seseorang yang jarang berbicara lainnya.
Apa ia mulai paham rasa malu? Sehingga akhirnya ia tahu, memalukan menemukanku di hidupnya? Mungkin dia berpikir begitu. Atau mungkin saja jelas! Jelas ia mulai merasa paham tentang rasa malu.
Bodoh sekali saya. Awam! Culun!
Maaf, tulisan ini bukan bermaksud aku mengecewakan kalian. Aku masih akan tetap keluar dari rasa menyerahku seperti yang ku janjikan. Ini hanyalah isi hati yang sulit untuk dipendam. Aku ingin menceritakannya saja disini.
Itu saja.
Tunggu sebentar, ia mengirim pesan Whatsapp padaku. Nanti dilanjut. Sssttt... ini rahasia.
DONASI VIA TRAKTEER
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.





