Puisi: Untuk yang Sedang Menjauhiku

Mendekatimu


Kau menyuruhnya menarikku


Menjauh,


sampai keluh


Aku menafsirkan kau


Pada lima waktu kewajiban


Hingga setetes


Jatuh dihamparan mihrab


Datang setelah Allahu


Pergi saat setelah itu


Menyuruhnya menghina khusyukku


Aku menghinamu


Aku menafsirkan kau


Pada sepertiga malam


Delapan puluh salam


Menunggu datang utusan


Setelah itu tak datang tetap


Sesekali mendengus kilap


Jauh kemudian,


Susut seharian


Aku menahan segala lapar


Melupa waktu


Melupa segala rayu


Menunggu pada peluh


Untuk yang sedang menjauhiku


Bagaimanakah untuk bersamamu?


Sehingga raga tak lagi mengadu


Mencerca segala takdir didepanku


Aku ketakutan tatkala akan menghilang


Mungkin esok atau lusa


Kau pasti tahu


Aku ketakutan tak mencintaimu


Sering berjanji


Pagi ini


Sore nanti


Malam


Pukul tujuh


Sembilan


Hingga tiga pagi


Kau masih pergi


Untuk yang sedang menjauhiku


Datanglah,


Aku mau berjanji lagi

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama