"Baperan" Adalah Senjata Tajam
Tulisan ini aku buat ketika aku sudah tidak lagi peduli dengan KKN. Kalau kamu tahu alasannya, berarti kamu tahu soal itu. "Baperan!" Peringatan itu yang sering kudengar dari orang-orang asing yang sok tahu soal karakterku. Sok dekat, sehingga dengan mudahnya bicara kejenakaan atau hinaan 'akrab' katanya. istockphoto Hinaan 'akrab' memang perlu. Tapi bagiku hal itu bisa kamu lakukan ketika kamu benar-benar sudah mengenalku dan aku juga sudah benar-benar mengenalmu. Kalau akhirnya hinaan 'akrab' itu datang sebelumnya, aku pastikan itu kesalahan besar terlebih kepada orang yang sifatnya sepertiku. Sensitif. Kalau kamu menyuruhku untuk mengubah sensitifku, maka aku ingin barter sekalian. Kau jangan lagi mudah bercanda tentang sifat dan sikap orang lain. Biar damai dunia ini sekalian. Bisa? Apakah aku anti bercanda? Tidak, tentu saja tidak. Tapi sekali lagi, aku hanya butuh waktu mengenal dulu dirimu. Kalau sudah, bodo amat kau mau me...