Kepada Si Bangsat Bernama
Mungkin sajak-sajak model lama terlalu sayu dicerna Hina dipandang sebagai kata-kata Diperas algoritma narasi saja Mungkin lama-lama sajak sudah sebatas kaum asmara Bukan lagi soal kritik berbangsa Seperti mereka yang dulu berdiri dengan syairnya Mungkin, Memang hanya menunggu bosan atau diludahi kalimat lain Biar si bangsat itu tak melulu bersemedi di pendengaran