Kepada Si Bangsat Bernama

Mungkin sajak-sajak model lama terlalu sayu dicerna
Hina dipandang sebagai kata-kata
Diperas algoritma narasi saja

Mungkin lama-lama sajak sudah sebatas kaum asmara
Bukan lagi soal kritik berbangsa
Seperti mereka yang dulu berdiri dengan syairnya

Mungkin,
Memang hanya menunggu bosan atau diludahi kalimat lain
Biar si bangsat itu tak melulu bersemedi di pendengaran
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama