Ia bertemu denganku bukan di rumah atau di tempat kami tingga, tapi di mobil jenis elf. Di pesisir jalan ia menanyakan jalan pergi ke suatu tempat, namanya Parakan Panjang seingatku. Aku sebetulnya tidak tahu di mana, tapi demi tidak mengecewakan kakakku ini, aku membuka ponselku dan mencarinya di google maps.
Ia lalu menaiki mobil elf itu, bersamaku, di belakangnya. Aku ingat sekal, ia duduk kursi dekat pintu masuk mobil bersama ibu-ibu.
Teh Fitri memberi senyum kepada ibu itu, sembari menanyakan kemanakah ibu itu hendak pergi. Entah karena ia tidak yakin dengan jawabanku, atau hanya memastikan saja, Teh Fitri bertanya soal Parakan Panjang kepada ibu itu. Hebatnya, bukan hanya ibu di dekatnya saja yang menjawab pertanyaan Tetehku ini. Dua ibu di belakangnya jufa membantu menjawab. Teh Fitri lalu menengok ke belakang lalu tersenyum dengan manisnya.
Setelah perjalanan yang sangat singkat itu, kami berpisah. Ia berhenti di tempat tujuannya, sedang aku kembali pulang ke kampung halamanku. Seolah aku mencoba menjaganya, aku sangat bersedia mengantarnya sampai tujuan. Senang sekali aku, tidak ada kejadian buruk sama sekali di mimpiku itu.
Mimpi subuh ini cukup spesial. Pertemuanku dengannya di mimpi, adalah pertemuan kedua kami. Yang pertama aku lupa bagaimana ceritanya. Hanya dipeluknya saja yang kuingat.
Sosok teh Fitri di mimpiku juga terlihat beda. Sangat cantik dan terlihat lebih muda. Bahkan terlihat seumuran denganku. Saat aku ditanya soal Parakan Panjang itu, aku degdegan sebetulnya saat melihat wajah beliau. Senyumnya manis sekali padaku.
Seandainya mimpiku berlanjut dengan bersamanya ke Parakan Panjang, mungkin rasanya lebih indah.
DONASI VIA TRAKTEER
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.






