Kamu Tidak Akan Bisa Membahagiakan Semua Orang

Membahagiakan semua orang
Pixabay/SplitShire

"Kamu tidak akan bisa membahagiakan semua orang." Sebuah kalimat yang sepertinya tidak baik. Sayangnya tidak ada yang keliru dengan kalimat itu. Benar, tidak ada satupun yang bisa. Bahkan untuk seorang manusia paling sempurna.

Untuk kamu yang muslim, pasti tahu sosok Rosul Muhammad SAW. Beliau adalah manusia paling sempurna yang pernah lahir ke muka bumi ini. Tapi apakah dengan derajat itu beliau bisa membahagiakan semua manusia di bumi? Tidak, tidak ada kisah apapun yang menjelaskannya. Rosul selalu berusaha keras, tapi hasilnya masih begitu saja.

Apalagi jika kamu yang mencobanya. Jangan jauh-jauh, mencoba membahagiakan orang di sekitarmu saja kamu takkan mampu. Selalu ada saja yang nyinyir, tidak menyukai apa yang sedang kamu mau.

"Lalu, bagaimana selanjutnya? Apakah aku harus menyerah mencobanya?" Ya, lebih baik kamu menyerah saja. Memang terdengar tak memotivasi, tapi sudahlah menyerah saja. Sekuat apapun dirimu berusaha, hasilnya akan tetap saja.

Masih ada orang yang menyayangimu, yang jelas layak kamu bahagiakan. Merekalah yang seharusnya kamu prioritaskan. Daripada buang-buang waktu untuk orang lain.

Ada keluargamu, yang setiap hari menunggu di rumah. Yang mencintaimu dengan sepenuh jiwa. Yang mengkhawatirkanmu jika kamu terlalu lama tak ada. Yang memberikan senyum saat kamu tengah berduka.

Jika kamu kurang begitu dekat dengan keluargamu, masih ada teman dekat. Ia siap mendengar masalahmu. Menjadi pendengar yang baik bagimu. Sering kali mereka juga mau memberi solusi untukmu.

Lalu jika masih tak punya teman dekat, masih ada dirimu sendiri. Kamu yang selalu mencoba kuat, saat masalah mendekat. Kamu yang meski berusaha sendiri, tapi tak lelah menghargai.

Merekalah yang sepatutnya kamu bahagiakan. Dengan segenap jiwamu, dengan segala yang kamu punya. Jangan lupakan mereka, bahkan sampai kamu berhasil menggapai mimpimu. Cintailah cinta mereka.

Jangan sampai kamu membuang waktumu untuk orang lain, yang belum tentu tahu siapa dirimu. Mereka bisanya hanya tak peduli, menjauh tanpa permisi. Menikam tanpa mau mengenali. Biarkanlah mereka seperti itu. Toh jika mereka sadar nanti, mereka pasti akan mendekat sendiri.

Jangan sampai juga karena itu, kamu kehilangan orang yang jelas dekat denganmu. Yang menyayangimu bisa saja satu-persatu menghilang, jika kamu salah jalan. Mereka bisa saja bersedih hati, ketika kamu sama sekali tak peduli. Pada akhirnya mereka punya yang lain, dan tak peduli lagi.

Yuk, kita bahagiakan saja dulu yang dekat denganmu. Soalan yang lain, biarlah mereka sadar sendiri. Bahwa dirimu memang pernah berusaha, tapi sama sekali tak dipedulikan.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama