Menjadi Diri Sendiri itu Gampang!

Menjadi diri sendiri

Yang paling berharga dalam hidup adalah diri sendiri. Buktinya kita sering menjaga dan merawat diri. Seperti makan-makanan sehat, mandi, mengatur sikap, pola berbahasa, berpakaian hingga cara berjalan. Ya tidak heran, seberharga itulah dirimu. Tapi bagaimana supaya kita tetap menjadi diri sendiri? Ah, gampang.

Sudah jadi konsumsi pasti, hampir setiap hari, ada saja yang mengganggu cara dirimu hidup. Kadang kamu tak acuh, kadang juga masa bodoh. Seringnya sih, kepikiran sampai rumah. Membuat diri merasa rendah, ujung-ujungnya menangis tak terkendali.

Banyak yang mengganggu hidupmu ya wajar-wajar saja. Karena seperti yang pernah saya bicarakan minggu lalu, tidak semua orang bisa kamu bahagiakan. Ada yang menghakimi, artinya hidup kamu masih normal.

Lantas bagaimana caranya agar semua kebencian itu tak mempan mengubah dirimu? Jawabannya sederhana, bahkan semua orang tahu soal ini. Benar sekali, jangan pedulikan omongan orang.

Kalau merasa cara hidupmu masih baik-baik saja, dan tidak melanggar norma, jangan pernah pedulikan omongan tetangga. Seperti yang dikatakan tadi, menanggapinya hanya akan membuat kesedihan. Capek sendiri.

Tapi jika dirasa kamu memang punya sikap yang salah, sebaiknya pikirkan matang-matang untuk mengubahnya. Dengan mengubahnya tentu bisa menambah kualitas dirimu sendiri bukan? Relasi pertemanan pun akan naik beberapa persen.

Kenyamanan dalam menjalani hidupmu juga jadi salah satu kunci. Bagaimana mungkin, kamu mau jadi diri sendiri tapi dipaksakan. Kebahagiaan tak kunjung tiba, menyiksa diri yang ada.

Misalnya kamu seorang introver. Kamu sudah nyaman dengan itu, tapi kamu memaksa supaya bisa jadi seorang ekstrover. Kamu coba banyak omong, berkumpul di tempat ramai, banyak berargumen kosong, haha hihi dan sebagainya.

Nyatanya beberapa hari saja kamu mulai lelah, tidak nyaman menjalaninya. Artinya memang kamu adalah introver sejati. Kurang suka banyak bicara, kurang suka tempat ramai. Lagipula menjadi introver tidak salah, tidak aneh juga. Tidak perlu memaksakan dijauhi.


Jika kamu mau mengubah sikapmu, sebaiknya jangan karena takut dihina orang lain. Tapi karena kamu memang yakin akan nyaman dengan itu. Kamu yakin sikap itulah yang terbaik untukmu. Kalau capek, kembali lagi, berarti itu bukan  untuk dirimu.

Menjadi diri sendiri juga harus konsisiten. Seperti tadi, jangan memaksa mengubah apapun dari dalam dirimu jika kamu tidak mampu. Masa mau menjadi diri sendiri tapi tidak pernah mau konsisten.

Konsisten bisa dikatakan adalah segalanya. Fokus dengan apa yang kamu lakukan, justru bisa membantumu meraih keinginan. Yakin, kekonsistenan itulah yang bisa memberimu tekad menjadi diri sendiri.

Jangan lupa, berdoalah pada yang Maha Kuasa. Mintalah pada-Nya agar kamu tidak mudah tergoda. Mintalah petunjuk jika memang ada sesuatu yang salah dari dalam dirimu. Tuhan takkan pernah membiarkanmu gagal dengan dirimu sendiri.

Bagaimanapun menjadi diri sendiri itu penting. Selain membuat hidupmu tentram, kamu juga tidak akan mudah tergoyahkan. Jadi mulailah hidup bersyukur, tanpa mengeluh berlebihan dengan apa yang sudah kamu dapatkan.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama