Untuk Pertama Kalinya, Bertemu Wanita Impian Masa Lalu

Gambar Hanya Pemanis

Namanya, dia. Bukan Dia, tapi memang dia. Iya, aku memang tidak berani menyebutkan nama. Kasihan, takutnya dia malah geli sendiri atau malah risih dan akhirnya menjauh, tatkala ia tahu aku membicarakannya.

Wanita itu sama-sama suka menulis, aku suka membaca tulisannya meskipun hanya beberapa kalimat di instagramnya. Kumpulan kata yang membuat saya tesihir, jatuh cinta.

Wanita itu agak cerewet, kami sangat dekat waktu pertama kali berkenalan lewat chat WA. Jawabannya kadang-kadang panjang, kadang singkat, kadang pula tak berkelanjutan. Alias, tak dibaca sama sekali.

Tatkala ia tahu aku kurang begitu suka banyak bicara, ia bilang ia siap menjadi pemancing buatku bicara, seandainya kami berdua bertemu. Sebuah kalimat rencana pertemuan itu, baru pertama kali kualami dari seorang wanita.

Sebagai bonus, dan membuat benar-benar jatuh cinta bertambah, ia berparas cantik. Apalagi dengan hiasan kacamata. Deg-degan rasanya.

Wanita itu sebetulnya sengaja dikenalkan oleh anak SMA kenalan di sosial media, namanya Arma. Dia juga wanita. Dia cukup dekat denganku, saking dekatnya aku dan anak remaja itu sudah layaknya adik dan kakak.

Arma memperkenalkanku pada dia, dengan alasan kami sama-sama punya kesamaan. Menulis, dan bisa jadi tempat curhat terbaik buatnya.

Sayangnya, beberapa hari ke belakang hingga saat ini aku semakin ragu. Pasalnya dia tak lagi seperti pertama kali kenal dulu. Beda sekali, yang kurasakan.

Sebenarnya aku sudah tahu alasannya. Pasti dia risih karena aku suka sedikit gombal-gombal receh, ngode-ngode bahwa aku menyukainya. Sialan memang Nandar IR ini, terlalu tidak sabaran sampai-sampai orang tak nyaman lagi.

Padahal kalau aku boleh menyatakan perasaanku, aku tidak berarti mengajaknya berpacaran atau bahkan punya ikatan. Aku hanya tidak mau terlambat menyatakan perasaan lagi. Itu saja.

Sudahlah, keputusanku hari ini, ya jalani hidup seperti biasa saja. Kalau memang dia jodohku, tentu tak akan belok ke mana-mana. Kalau bukan, tentu akan ada yang lebih baik dan benar-benar sesuai impian masa laluku.

Sekian, dan tunggu kabar selanjutnya. Mungkin beberapa tahun ke belakang.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama