Yang Harus Kamu Tahu Soal Tiktok

tiktok
malangtimes.com


Di masa sebelum Tiktok berdiri, masyarakat khususnya anak muda kita, sudah disuguhi aplikasi bernama Musically. Pada era tersebut, mindset kita (tidak semuanya) soal aplikasi itu, ya... hanya sekedar aplikasi goyang-goyang tak berguna. Biasa diisi anak-anak remaja labil, yang kehausan popularitas. Karena itu kamu yang tidak pernah mau mencoba dahulu, pada akhirnya tidak tahu apa sebenarnya isi dari aplikasi itu.


Mindset itu kemudian dijadikan patokan utama, saat Musically akhirnya diakuisisi aplikasi sejenis, bernama Tiktok. Kebanyakan orang yang katanya open minded merasa bahwa aplikasi itu terlalu banyak berisi hal-hal cringe. Sama dengan pendahulunya, Musically Sehingga siapapun yang mengunduhnya, termasuk ke dalam golongan sesat. Hei, sesat yang saya maksud bukan ke hal berbau agama, santai saja.


Beberapa bulan saya mencoba untuk tidak mengunduhnya. Takut ketika ketahuan orang, nanti saya dikatain alay. Namun keimanan saya memang sangat rapuh, dan tertariklah saya mengunduh aplikasi Tiktok.


Pada mulanya saya membuat akun anonim. Biar aman dari mulut bengis para open minded. Mulailah saya mempelajari segala hal tentang Tiktok itu.


Setelah beberapa hari saya cukup aktif menonton berbagai konten di Tiktok, akhirnya saya punya kesimpulan. Tiktok ternyata tak semenjijikan seperti yang dibayangkan banyak orang. Tiktok sama saja dengan sosial media lain. Punya sisi positif dan negatifnya. Maka beranilah saya membuat akun atas nama saya.


Meski terbilang masih muda, Tiktok bisa dikatakan cukup sukses dalam meraih hati berbagai generasi. Mulai dari ibu-ibu, anak muda, hingga muda banget. Mereka senang menghabiskan waktu, menonton berbagai macam jenis video singkat yang menarik buat mereka di sana.


Jenis konten yang ditawarkan tak melulu goyang-goyang anak remaja, kok. Ada juga konten soal pendidikan, ilmu agama, pengetahuan umum, komedi, hingga konten horor. Dan kamu bisa jadi akan sangat puas ketika menontonnya.


Singkirkan dulu sejenak soal, "kalau pasanganmu main Tiktok, fiks tinggalkan." Sebab sekarang Tiktok sudah diisi banyak hal positif, menghibur, hingga mendidik. Seperti akun @vincedi.gg dengan video ilusinya, @johnhiday dengan pelajaran bahasa Inggrisnya, @daniel.labelle dengan komedi receh dan absurdnya, @valenrewah dengan sarkasme soal bocah dan emak-emak, @vinkaviolinist dengan violin indahnya, dan masih banyak lagi. Semua berkualitas, semua menghibur.


Tiktok kini sudah menjadi sarana berkreasi anak muda, jauh dari kesan cringe yang sempat kamu dan kita, duga. Kini Tiktok jauh lebih berwarna. Bukan lagi jadi aplikasi goyang-goyang para remaja. Kamu bisa dapat ilmu juga di sana.


Maka, tanpa ada endorsement ataupun promosi kerjasama, saya bisa sangat menyarankan anda untuk mengunduhnya. Dengan catatan, jika kamu ingin mendapat manfaat lebih, pilah-pilah dahulu isi dan siapa kreator yang mau kamu tonton. Macam di YouTube lah.


Jika kamu ingin terhindar dari FYP yang memang berisi video random, saya sarankan kamu untuk menggeser layarmu ke kiri. Nanti, kamu akan dialihkan ke video-video pengguna yang kamu ikuti. Selamat menikmati sajian hiburan masa kini.


Bagi kamu yang ingin mencoba menjelajahi dunia Tiktok, saya akan sertakan linknya di bawah ini (meski sesungguhnya tidak perlu karena kamu sudah tahu harus ke mana):

Tiktok: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ss.android.ugc.trill

Tiktok Lite: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.zhiliaoapp.musically.go

Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama