Toxic In Play Store, Gokilnya Warga Negara Berkembang

toxic in play store

"Tulisan ini cuma satu paragraf!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Tapi boong, hayuk... Gak kok, gak cuma satu paragraf."

Begitulah kira-kira keadaan Play Store hari ini, jika diaplikasikan ke tulisan di Ruang eNIeR. Play Store, kini diserang habis-habisan oleh para remaja dengan ulasan-ulasan jelek di awal, penuh tanda seru di pertengahan,  serta kalimat plot twist yang sama sekali tidak terduga di akhir 🤥.

Komentar yang sudah saya anggap semakin toxic dan mengganggu itu, bisa kamu temukan di menu game. Sebab, di menu lainnya seperti aplikasi, film, dan buku, hampir tidak pernah ada komentar sejenis itu. Bahkan sampai saat ini saya tidak pernah menemukannya. Semoga saja tidak mewabah.

Saya sama sekali belum tahu apa tujuan dan penyebab dari mereka-mereka ini, memberikan ulasan semacam itu. Tebakan saya, mungkin hanya sebatas asyik-asyikan anak remaja masa kini saja. Kamu tahu kan, warga kita khususnya anak remaja, tidak akan mau tertinggal tren dari remaja lainnya. Kalau tak ikut-ikutan, artinya kamu tidak dicap gaul. Atau mungkin ini hanya sebatas penyaluran rasa bosan, kesal karena kalah melulu saat main game. Tapi untuk alasan kalah main game, rasa-rasanya tidak. Sebab seperti yang saya singgung tadi, mereka memberikan plot twist yang justru memuji game-nya. Bahkan mereka tak sungkan memberikan bintang lima.

Masih menjadi misteri juga, siapa sebenarnya yang membuat tren ini, semakin mewabah layaknya virus. Sebetulnya saya ingin sekali melakukan riset sana-sini, tapi saya pikir apa untung besarnya bagi saya? Maka ya sudahlah, selagi mereka tidak menulis kalimat-kalimat kasar, that's fine.

Hanya saja, yang menjadi masalah adalah ulasan-ulasan yang betul-betul ulasan, menjadi kabur dan tenggelam akibat komentar toxic ini. Orang-orang yang ingin menginstal game, kemudian hendak melihat ulasan game tersebut, menjadi agak terganggu karena tidak kredibilitasnya ulasan di sana. Mereka terpaksa sedikit berusaha lagi, untuk melihat ulasan yang bisa dikatakan "waras". Dalam artian yang sebenarnya.

Mereka jadi agak ragu ketika ingin menginstal game, apalagi yang berukuran besar. Bukan hanya rugi bandar, mereka juga tentu rugi waktu. Game yang mereka instal, dengan bintang lebih dari 4, ternyata sangat-sangat jelek.

Semoga saja toxic di Play Store ini tidak terlalu lama bertahan, dan tidak menjadi tren permanen. Kalau lama-lama terus begini, ulasan serta baik buruknya game di Play Store akan menjadi bias. Tidak masalah kalau game tersebut hanya berukuran 100mb ke bawah. Tapi, akan menjadi masalah besar jika ukurannya lebih dari itu. Sudah capek-capek nunggu, habisin kuota, bergadang karena ingin menggunakan kuota malam, eh ternyata game-nya cuma begitu.

Itu saja untuk Ngopini hari ini. Memang tidak begitu penting dan syarat akan ilmu buat kamu, tapi ya sudahlah ya... Daripada Ngopini soal politik dan hidup keras terus, mending Ngopini yang beginian sesekali. Kacau memang generasi bangsa kita. Haha.

Menurutmu bagaimana? Apakah kamu merasa tren ini cukup mengganggu atau biasa saja? Silakan komentar saja di bawah. Awas, jangan ikut-ikutan toxic di Play Store!
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama