h2amzOiq2Tn9rmGhajOa165fMKwBqbFxQjYwl3bC

Puisi 'Kamu Bilang Aku Mati' oleh Nandar IR

Puisi "Kamu Bilang Aku Mati" ini didedikasikan untuk orang-orang yang telah lama mati. Didedikasikan untuk mereka yang sengaja membuatnya mati.

puisi kamu bilang aku mati

Kamu Bilang Aku Mati

oleh Nandar IR


Kamu kira aku mati?


Ya! Aku telah mati,


sejak dua belas tahun yang lalu


dalam amparan dua tanganmu


dalam raib gerigi mulut bau


dalam seluruh ambisi bengis tak mau tahu


dalam cekokan liur anjing, babi bu


dalam reka adegan suntuk tak lagi saru


dalam ruang gelap yang kamu cipta sejak dulu


dalam rontaan yang kamu sumpal sampai jadi bisu


dalam airmata yang kamu basuh


dalam luka seharian ini, juga dahulu


dalam catatan skenario kebencian buat orang malu


dalam dua jenis alat kelamin, panjang, mengatup, berbulu


Kamu bilang aku mati? Matamu kujadikan satu!

DONASI VIA TRAKTEER Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.
Baca Juga
Nandar IR
Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Mungkin Kamu Suka

3 komentar

  1. semakin ke bawah, bait baitnya semakin kaya akan pilihan kat...meski diharmonisasi oleh rima u di belakang yang rapi...tapi kalimat sebelum mencalai rima u nya ini yang makin tajam, penuh kiasan, terlampau gelap, tapi bagus sih..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya kakak ini suka banget baca puisi. Terima kasih lho, sudah mau mengapresiasi puisi saya.

      Maaf belum bisa BW ke blognya, masih agak sibuk soalnya. Tapi pasti mampir kok. 😁

      Hapus
    2. Betul kak nandar, memang aku suka baca blog yang sering nulis fiksi baik cerpen, cerbung maupun puisi
      ya sekalian saya juga pengen latihan nulis juga maksudnya ☺

      Hapus
Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊
Sok, kasih kritik maupun saranmu buat blog ini. Jangan nanggung, hajar aja!