Cerita Animasi 'Si Aa' yang Lebih Garing dari Visualnya

Sudah lama rasanya tidak me-review acara TV pasca sibuk menonton hiburan yang lebih baik dan berkualitas, di layanan streaming macam Disney Plus Hotstar. Maka, pada kesempatan ini izinkan saya sedikit "menjahili" sebuah animasi anak yang tayang di ANTV, berjudul Si Aa. Animasi yang ceritanya lebih buruk daripada bentuk animasinya sendiri.

Animasi yang diberi judul Si Aa ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari Rafathar, bersama sahabat dan keluarganya. Sudah sangat banyak yang tahu bahwa Rafathar, merupakan seorang anak dari pasangan selebritis Raffi dan Nagita. Jadi tentu saja keduanya juga ikut ambil bagian dalam projek animasi ini.

Sayangnya, sama seperti nasib film perdananya dulu, animasi Si Aa masih belum bisa memberikan sajian cerita menarik di tiap episodenya. Masih garing, Menurut saya.

Konsep cerita terasa amburadul dan acak-acakan. Kurang begitu menyenangkan apabila disaksikan terlalu lama. Ditambah lagi dengan banyaknya plot hole, yang membuat Si Aa semakin kurang jelas arahnya mau ke mana. Tiba-tiba saja berakhir dengan banyak menimbulkan tanda tanya.

Dialog yang seharusnya bisa membuat animasi Si Aa ini lebih hidup, juga terkesan dipaksakan. Obrolan antar karakter terbilang sangat menjenuhkan dan tidak mencerminkan kedekatan antar mereka. Seperti orang asing yang belum kenal lama.

Mungkin, penyebab cerita yang acak-acakan atau asal-asalannya, karena durasi yang terlalu singkat di tiap episode cerita. Makannya penulis naskah agak dibuat keteteran. Tapi sebetulnya itu tak jadi masalah sehrusnya, mengingat banyak kok contoh-contoh animasi yang durasinya pendek namun konsep ceritanya jelas. Misal animasi Nussa yang juga buatan anak bangsa.

Karakter-karakter yang tampil dalam animasi besutan RANS Entertainment ini juga tak kalah buruknya. Kalau boleh dibandingkan dengan karakter anak TK Tadika Mesra dalam animasi Upin dan Ipin, Si Aa dan kawan-kawan sepertinya akan sangat sulit untuk mendapat perhatian penuh pada tiap-tiap karakternya. Karakter lain, bahkan karakter Raffi dan Nagita sendiri, tak banyak membantu membangun jalan cerita menuju sedikit lebih baik. Saya malah lebib suka dengan karakter Pak Oyoy dengan dialog khasnya, "begitu."

Yang paling membuat saya terganggu adalah pada penyajian iklan. Iklan di tengah cerita yang sering kali tidak ada sangkut pautnya dengan cerita itu sendiri, menjadi hal yang seharusnya bisa ditata lebih rapi. Bolehlah sedikit mereferensi Upin Ipin, tentang penyelipan iklan yang jauh lebih smooth.

Namun harus digarisbawahi, bahwa animasi Si Aa lebih dikhususkan untuk penonton anak-anak. Dan ya, untuk sekelas tontonan anak, animasi Si Aa bisa dikatakan cukup bagus. Setidaknya untuk sekedar hiburan dan menambah sedikit pengetahuan. Itu saja sisi positifnya.

Meski masih banyak kekurangan, animasi Si Aa patutlah diapresiasi. Pasalnya, animasi karya anak bangsa mulai banyak diminati. Hanya tinggal memperbaiki visual dan konsep cerita yang lebih baik saja.

Skala angka buat animasi Si Aa cukuplah diberikan skala 3/10 saja. Bagaimana menurutmu? Setuju atau tidak dengan ulasan singkat dan skala yang diberikan? Boleh berkomentar di bawah.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

3 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. ketika aku menonton animasi si Aa...yang langsung aku underline adalah, teknik gambar 3D nya unik, karena mirip dengan tokoh aslinya...kupikir apa tekniknya dari foto terus dijadiin animasi kali ya, tapi ga tau juga deng...yang jelas karya animator lokal yang satu persatu mulai bermunculan pada era sekarang patut diapresiasi. Meskipun tidak ada salahnya untuk produser agar menerima saran dan masukan yang membangun supaya kelak ceritanya dikemas dengan lebih menarik lagi, karena kan animasi ini siklus nontonnya ga di masa sekarang saja. Pangsa pasar anak anak yang notabene selalu ada haruanya dipikirkan secara mendalam sehingga karya tidak hanyabdikenang namun bisa tetap dikenang.

    Untuk komen aku pribadi terkait acara youtube si AA, mungkin lebih ke durasi ya...durasinya aku bilang lumayan lama, dan mungkin ini masalah selera saja kalaupun disuguhkan animasi sejenis misal Baby Bus, si AA, didi and friends, ipin upin...maka aku akan lebih lama mantengin baby bus, didi n friend , juga ipin upinnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, betul banget kak Gus. Mungkin cerita yang acak-acakan atau asal-salannya karena durasi yang terlalu singkat di tiap bagian cerita. Makannya mungkin penulis naskah agak dibuat keteteran. Tapi sebetulnya itu tak jadi masalah sih sehrusnya, mengingat banyak kok contoh" animasi yang durasinya pendek namun konsep ceritanya jelas. Misal animasi Nussa.

      Hapus
  2. Iya kadang saya pas nonton sama adek saya film kartun itu, rasanya "Apaan sih gak ada yang lucu-lucunya". Tapi, anehnya bagi mereka hal itu lucu dan bikin ngakak wkwkwk

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama