Unsripted Man, Serial Pendek Gratis yang Lumayan Menarik untuk Ditonton

Serial yang berjudul Unscripted Man ini, sebenarnya sudah tayang di MAXstream sejak tahun 2019 lalu. Tapi jujur saja, saya tidak tahu sama sekali. Karena memang tahun itu, saya belum cukup tertarik menonton film berbau serial.

Hingga, pada beberapa hari kemarin, akun Instagram resmi Viddsee Indonesia mengunggah promo serial Unscripted Man. Unggahan tersebut berisi caption lucu, yang diakhiri pemberitahuan bahwa serial ini akan tayang gratis di viddsee.com dan kanal YouTube Viddsee Indonesia.

Melirik dari segi judul yang menarik, dan promo bentuk meme yang menggelitik, saya pada akhirnya memutuskan menonton serial Unscripted Man ini. Serial Viddsee bergenre romantis pertama yang saya tonton. Karena biasanya, saya lebih tertarik dengan genre-genre horornya, daripada genre cinta.

Bagaimana kesan saya pasca menonton serial empat episode ini? Apakah recomended buat ditonton? Mari kita masuk!

Abstrak

Unscripted Man bercerita tentang seorang pemuda kantoran bernama Bas (Sebryan Yosvien) yang dihadiahi ratusan lembar skrip misterius dari ayahnya. Skrip tersebut ia dapatkan, setelah mengetahui ayahnya itu dikabarkan meninggal.

Sebelum mendapat skrip sakral, Bas sebenarnya sudah dikirimi beberapa surat dari ayahnya. Namun karena ia memiliki rasa benci terhadapnya, Bas selalu saja menyimpan surat-surat dari sang ayah di laci kantor.

Dalam skrip tersebut, ayah Bas membuat sebuah alur cerita yang akan dialami anaknya. Salah satunya, Jacklyn (Keyna Kameron), perempuan yang ia sukai diramalkan akan ditakdirkan bersama Ando (Rendy). Bos di kantor tempat Bas bekerja.

Pada awalnya Bas tidak peduli dengan skrip tersebut. Sampai salah satu ramalan benar-benar terjadi, dan mengagetkan Bas. Karena tidak mau kehilangan sang pujaan hati, Bas dan sahabat dekatnya Jani (Litesha), merencanakan sesuatu. Melakukan sesuatu yang berlawanan dengan skrip, yang ditulis ayahnya.

Apakah semua jalan hidup Bas akan berbeda dari skrip? Ataukah malah tetap mengikuti skrip? Jawabannya, tentu saja, tonton langsung di YouTube maupun situs resminya. Agar lebih cepat, klik saja di sini: Unscripted Man

Plus

unscripted man viddsee
YouTube/Viddsee Indonesia
● Komedi Jani yang brilian dan lucu

Jani, jadi satu-satunya pemeran di Unscripted Man, yang tak pernah hilang dari pandangan mata saya. Bukan karena wajah manisnya, melainkan karena kelucuannya. Jani berhasil melahap seluruh adegan komedi dengan sangat baik. Sepertinya, Rein Maychaelson berhasil membuat naskahnya menarik dimata sang pemeran Jani.

Salah satu komedi yang brilian menurut saya adalah ketika Jani kesal dengan adegan SlowMo Jacklyn. Seolah-olah, tanpa sadar, Jani sedang melakukan adegan yang berlawanan dengan skrip film Unsripted Man ini juga. Jani,  the unscripted woman.

● Awkward moment Sebryan Yosvien, yang justru membantu

Saya tidak cukup yakin bahwa momen awkward Bas di beberapa kesempatan, khususnya di episode 3, merupakan akting profesional semata. Sebab jika dilihat-lihat lebih saksama, sepertinya Sebryan memang sedang berada di momen awkward yang sesunguhnya. Artinya, itu bukan akting, melainkan benar-benar terjadi. Semoga pembaca paham maksud saya.

Untungnya, hal tersebut justru malah membantu pembentukan karakter Bas jadi semakin baik. Tingkahnya yang sedari awal babak memang diciptakan sebagai pemuda gak jelas, pas dengan keadaan awkward yang bukan tercipta karena karakter Bas.

Minus

● Hanya Jacklyn dan Ando, itu saja

Hubungan antara Jacklyn dan Ando tak berhasil membuat saya simpati terhadap keduanya. Kedekatan Jacklyn dan Ando, kurang memberikan tonjokan di pertengahan babak. Adegan yang harusnya penting, jadi sedikit antiklimaks.

Jacklyn terlalu terlihat canggung dan terkesan kebingungan, begitupula Ando yang, hmm... mudah sekali terlupakan. Malahan, hubungan antara Jacklyn dan Bas jauh terkesan lebih dekat, dibanding dengan Ando.

Skala Angka

Meskipun serial ini terlalu pendek untuk sebuah tema cerita yang menarik, namun Unsripted Man cukup membuat waktu menunggu berbuka puasa saya tidak terasa. Cerita yang mengalir dan akting bagus dari Jani, patut diapresiasi dengan skala angka 7,0. Kamu yang belum menonton Unscripted Man, sebaiknya langsung meluncur menuju kanal YouTube maupun situs resmi Viddsee.

Ngomongin soal Viddsee, selain Unscripted Man, saya pernah me-review salah satu film pendeknya juga, yang berjudul Sandekala. Film bergenre horor yang tak kalah bagus juga. Silakan baca saja riviu-nya kalau mau. Hehe.

Sekian dulu saja review singkat tentang Unscripted Man. Kalau kamu punya rekomendasi serial atau film pendek gratis di YouTube (terlihat miskin), silakan tulis saja di bawah. Saya akan senang hati menontonnya. Sampai jumpa di riviu film lainnya.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama