Horror Experience: Mengantar Pulang

Horror Experience malam ini, bersumber dari tetangga saya yang pernah mengalami hal buruk saat dalam perjalanan pulang. Ia niatnya mau membantu seorang ibu, yang mau pulang ke rumah di salah satu kampung, desa S. Nahas, ia malah ketemu hantu. Bagaimana cerita lengkapnya? Mari kita masuk!

Di suatu malam pukul satu pagi, seperti biasa Mang Ojan (nama disamarkan) bermaksud akan pulang dengan menaiki mobil bak terbuka. Ia hari itu bekerja sampai agak malam, menjual tumpukan karung berisi timun segar ke pasar.

Mang Ojan mengendarai mobilnya melalui jalan B yang terkenal angker di desa S. Gak angker gimana, di tiap sudut jalan, tercetak gundukan tanah bernisan. Penuh kuburan. Jalur itu terpaksa ia lalui sebab memang, jalan B hanya satu-satunya yang bisa dilalui mobil. Sebetulnya ada jalur lain yang lebih cepat, namun untuk mobil memang masih belum muat pada waktu itu.

Mang Ojan tak punya firasat apapun pada awalnya. Bayangannya mungkin hanya bisa pulang cepat, tidur sampai subuh. Selesai.

Kemudian, di tengah perjalanan di desa S, Mang Ojan bertemu seorang ibu. Saya kurang ingat apakah Mang Ojan ini kenal dengan si ibu atau tidak, yang jelas lelaki itu langsung menawarkan tumpangan. Artinya, mungkin, beliau memang sudah kenal.

Tanpa basa-basi, sang ibu langsung saja menaiki kursi kosong, persis di samping Mang Ojan. Karena terlalu malam, dan ia sangat lelah untuk ngobrol, Mang Ojan tidak pernah mengajak ngobrol si ibu. Sekali lagi, ia tak punya firasat buruk apapun.

Sampailah Mang Ojan di jalan B yang angker itu. Jalannya memang tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 500-an meter. Tapi percayalah, kalau sugesti ketakutan kita sudah menempel erat di otak, sedekat apapun akan terasa jauh. Begitu pula Mang Ojan.

Di sepanjang perjalanan ia mulai bergidik. Entah karena hawa dingin atau akan ada firasat buruk yang akan segera ia alami. Pada intinya, ia mulai merasa agak ketakutan waktu itu.

Rasa takutnya itu ternyata mengantarnya pada sebuah pengalaman horor. Persis di jalan paling ujung dekat pemakaman, si ibu tiba-tiba saja menyuruh Mang Ojan berhenti. Ibu itu ingin turun di sana. Pergi, menelusuk makam.

Mang Ojan agak panik sebetulnya. Namun, sebagai orang kampung yang cukup kenal soal situasi tersebut, Mang Ojan tahu apa yang harus ia lakukan. Mantan penyiar radio itu, mencoba untuk tidak memandangnya. Ia fokus menatap ke depan, sampai si ibu menutup pintu mobilnya.

Betapa kagetnya, tiba-tiba tubuh si ibu jatuh ke bagian depan mobil Mang Ojan. Enggak, bercanda.

Setelah ibu itu menghilang, Mang Ojan langsung saja menekan gas, pergi dari jalan angker itu. Tentu, wajahnya begitu pucat pasca mengalami kejadian tersebut. Gila saja, niatnya mau membantu sang ibu, eh ternyata hantu.

Pagi harinya, seperti biasa, warga cepat tahu soal pengalaman horor Mang Ojan. Termasuk saya. Banyak yang merinding, namun banyak pula yang sudah biasa saja. Bukan karena tidak percaya, tapi karena memang sudah terbiasa.

Itulah menu Histeria bagian Horror Experience yang bisa saya bagikan malam ini, khusus buat pembaca blog ini. Tak bosan saya ingatkan, percaya atau tidaknya itu hak kalian. Anggap saja, ini sebuah hiburan mengasyikan kala tengah malam. Selamat tidur.
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

2 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. Waduhh ngeri amat, mana saya baca ini jam 3 pagi hiiiii. Saya bisa ngebayangin sih jadi mang ojan yang mungkin juga berharap si ibu itu bisa jadi temen perjalanan dia eh malah ternyata si ibunya yang hantu, merinding sumpah ini, dahlah.

    Oh ya salam kenal ya mas Nandar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pas saya dengar langsung dari orangnya juga merinding. Bisa"nya si hantu gak bilang makasih ke mang Ojan. Haha.

      Oke mas Ilham, salam kenal juga.

      Hapus
Lebih baru Lebih lama