![]() |
| Ilustrasi yang lebay untuk saya ini berasal dariVecteezy |
Hari ini aku mendengar ayahku kembali bekerja, berdagang. Sesuatu yang saat kecilku pernah kularang. Padahal nyanyian merdu di ponselku belum juga usai. Aku tidak menyaksikannya pergi. Aku terlalu pengecut menghadapi orang-orang yang jelas akan menghardikku dalam hati mereka.
Untuk pertama kalinya hujan tak membuatku bahagia, atau setidaknya membekaskan haru dalam senyuman. Aku begitu kaku di atas loteng, dalam ruang sempit berwarna pink, kesukaan awan langitku.
Andai saja awan langitku itu ajaib. Aku ingin tidur di kakinya, sekedar mencurahkan isi hati, sejujur-jujurnya.
***
Aku mau melupakan sore gelap ini dengan membicarakan seorang perempuan nun jauh di sana. Memang aku belum sedetik pun berpapasan dengannya. Bahkan suara indahnya baru kupahami selama lima detik. Hanya saja saat itu aku sedang gusar mengkhawatirkannya, takut ia kenapa-napa. Jadi, aku tak sempat begitu paham bagaimana ia.
Kau tahu awan langit, aku hanya merasa cukup tenang. Gelisah dan penyakit mentalku hilang ketika perempuan bernama Sri ini datang. Ia memang tidak terlalu peduli, tapi aku cukup nyaman.
Aku hanya ingin Kau memahamiku. Aku tidak mau Kau semakin benci saja padaku. Tapi untuk hari ini tolong ampuni sejenak segala khilafku, aku ingin bersamanya. Jika kau mempertanyakan perjuanganku dan keseriusanku, baru jempol kakiku yang melangkah. Jauh sekali, masih jauh sekali.
Aku hanya ingin Kau memahami, jagalah ia sampai waktuku tiba, bersamanya.
DONASI VIA TRAKTEER
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.






