Pertigaan susunan kata bicara
Menyoal kita, yang lalu lalang di jalan padang
Namun tak jua bermuara di atas aura yang sama
Sampai-sampai ragu menyentuh sudut paling selatan
Ibaratnya adinda bicara, "sayupkah lelah beserta doa kita?"
Ku berkelok ke arah utara tanpa dusta
"Benarlah tuhan cukup buat adinda."
Lalu, "sayupkah takdir Tuhan itu?"
Aku menengadah di atas persimpangan jalan bau hujan
Menyaksikan awan langit dan Tuhan berdebat
Taman O bisa jadi hakim atas garis lurus pertigaan itu
Seandainya tiga, empat langit tak mampu patahkan hujan
Adinda boleh merendah lalu pulang ke masa bahagia lain
Aku hanya boleh berijab serta membisik padamu
Kupersembahkan Tuhan untukmu
DONASI VIA TRAKTEER
Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.







