Cerpen 'Gadis Biru' | Kumpulan Cerpen Waktu #1
Di seberang jalan besar itu, aku sering mendapatinya tersenyum tanpa sebab. Senyum yang setiap hari tak pernah alfa. Senyum sebagai penggambaran jelas bahwa, ialah manusia tanpa masalah. Gadis itu bernama Biru. Sudah pasti, warna kegemarannya adalah hijau. Aku bercanda, ia memang menyukai dirinya sendiri. Lihat saja, hampir semua aksesoris yang menggelantung di tubuhnya adalah biru. Ikat rambut, earphone, gelang, tas, semuanya. Hanya pakaiannya saja yang putih abu, juga sepatu. Setiap setengah tujuh pagi, di sudut jalan itu, ia menyisir setiap kendaraan umum berwarna hijau. Kedua matanya menelisik sampai ke dalam, berharap ada satu saja yang kursi depannya kosong. Kalaupun kursi belakang sepi tanpa penumpang, ia tetap tak mau naik. Duduk menemani supir adalah kewajiban. Tidak ada penjelasan, mungkin ia takut kecantikannya digerayangi para lelaki dalam angkutan. Aku, yang setiap hari menceritakan kesehariannya pada diriku sendiri, menunggu ia berangkat lebih dulu. Aku tak pernah mau ber...