Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Puisi 'Pujangga Terlena' oleh el-Fis³t@

Gambar
Puisi ini adalah karya kakak perempuan saya, teh Fitriasari atau sering saya panggil teh Apit. Puisi Pujangga terlena ini, yang saya tahu dipersembahkan untuk seorang lelaki bernama A Imam. Seseorang yang dulu juga ku kagumi, apalagi olehnya. Beberapa tulisan ke depan, mungkin saya akan lebih banyak singgah di buku usang berisikan karya miliknya. Pujangga Terlena Oleh: el-Fis³t@ Di upuk timur itu Berlabuh merajut secuil mimpi Dibendung rasa haru dan pesona Terlena dihempas badai asmara Di upuk timur itu Terselip sebuah harap Di kunci oleh sejuta rayuan Di upuk timur itu Bermilyar milyar kata terpendam Terhujam dan tenggelam Bersama suara yang bungkam el-Fis³t@

Toxic In Play Store, Gokilnya Warga Negara Berkembang

Gambar
"Tulisan ini cuma satu paragraf!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Tapi boong, hayuk... Gak kok, gak cuma satu paragraf." Begitulah kira-kira keadaan Play Store hari ini, jika diaplikasikan ke tulisan di Ruang eNIeR. Play Store, kini diserang habis-habisan oleh para remaja dengan ulasan-ulasan jelek di awal, penuh tanda seru di pertengahan,  serta kalimat plot twist yang sama sekali tidak terduga di akhir 🤥. Komentar yang sudah saya anggap semakin toxic dan mengganggu itu...

Puisi 'Ada Luka, Entah yang Mana' oleh Nandar IR

Gambar
Puisi luka ini, anggap saja bukan puisi. Dipersembahkan untuk, entah untuk siapa. Mana ada yang tahu ini untuk siapa. Ada Luka, Entah yang Mana oleh: Nandar IR Demi diriku sendiri aku bertanya, tanya Yang mana luka? Sekujur badanku gagap tenggelam, dalam luka Luka yang mana? Aku berontak! Dalam jiwa yang kerut, di lemari kaca Mana yang luka? Ada luka, Ada dalam luka Ada dalam liku luka Ada dalam lika liku luka Ada yang sedang terluka Ada yang sedang luka Ada yang luka Ada luka, Mana mungkin aku bertanya, tanya Luka milik siapa? Badan batinku gagah, tak pernah lagi luka Siapa miliki luka? Mulut besar, seringai! Dalam batin kekasih, harta permata Mana mungkin luka? Ada yang luka Entah luka yang mana Kalau aku luka Kau mau aku luka 10 hari pasca luka, 2021

Kisruh Terus, Dewasanya Kapan?

Gambar
Sejujurnya saya begitu sumpek dan sudah berniat bulat untuk tidak lagi mengamati urusan orang-orang atas negeri ini. Baik itu para tokoh politik maupun tokoh agama—dalam hal ini kusinggung saja, tokoh islam. Saya tidak tahu apakah agama lain ikut join, atau hanya sebagai penonton saja. Kuamati, hanya dua ini yang menasbihkan diri, mengacak kedamaian bangsa. Masa kisruh terus, dewasanya kapan? Tak semua, sudah pasti. Hanya beberapa saja yang entah mengadu urat malu syaraf demi "kemaslahatan", atau memang sekedar belum dewasa saja. Memasang zirah buat melindungi diri, takut sesuatu yang selama ini ia sembunyikan, ketahuan. Mungkin. Saya rasa sangat omong kosong jika seluruh pembelaan berpatok pada kesejahteraan. Mengingat, tidak ada satupun yang mau mengalah karena melihat ummatnya saling berargumen beradu amarah. Bukannya berdebat sehat, malah mencari-cari aib yang ada. Dipikirnya, "oke, gua masih ada yang bela," lalu mengecualikan yang bersinggungan dengan dirinya....

Warna-warni Pustaka Baca Lingkar Pelangi

Gambar
Catatan Pustaka Baca Lingkar Pelangi ini kupersembahkan untuk para Pendekar Pusbaling, dua kapten, dan para pegiat literasi yang sempat jadi memori, dan terus jadi memori. September, 2017 Kala itu, seorang sahabat lama tiba-tiba saja mengirim pesan lewat WhatsApp. Sudah lama aku tak mendengar kabarnya, ada apa gerangan setiba-tiba itu, pikirku. Kubuka pesannya, ternyata ia menawarkan ajakan padaku, mendirikan rumah baca kecil di kampung kami. Seperti biasa, aku selalu tertarik dengan hal baru yang berkesan positif, meski bertolak belakang dengan kepribadian. Maka, tanpa negosiasi panjang, tawaran itu kuterima. Kuharap dengan itu, aku bisa berkenalan dengan dunia berbicara di ranah asing, melalui anak-anak. Pada sebuah pertemuan singkat nan canggung di Masjid Raya Singaparna, aku dan perempuan itu berbicara soal, "apa kita sanggup hanya berdua saja? Lagipula terlalu berbahaya, mengingat kampung kami masih kental soal adat agama, juga ghibah tetangga." Dari obrolan berjarak sem...

Kala, Tragedi Berdarah Demi Harta Presiden Pertama

Gambar
Apakah kalian pernah mendengar atau membaca mengenai harta rahasia presiden pertama Indonesia. Kalau iya, maka film Kala sangat pas jadi rekomendasi tontonan buatmu. Film bergaya noir ini bisa menjadi referensi tentang bagaimana sebenarnya mitos tersebut berkembang di kalangan masyarakat hingga beberapa petinggi yang memercayainya. Tragedi-tragedi berdarah di balik itu semua juga bakal membuatmu sadar, kamu tidak boleh tahu terlalu dalam tentang harta itu. Atau, kamu tidak akan selamat. Film yang tayang pada tahun 2007 ini disutradarai serta ditulis langsung oleh sutradara kawakan, om Joko Anwar. Tentu, setelah mendengarnya kamu pasti makin tak ragu menghabiskan beberapa ratus mb kuota internetmu, untuk menonton film kualitas tinggi ini. Abstrak Janus (Fachri Albar) merupakan seorang jurnalis yang kehidupannya semakin hari semakin buruk, akibat penyakit narkolepsi yang dideritanya. Penyakit yang akan membuat penderita tertidur, jika ia terlalu kelelahan atau cemas berlebihan. Istrinya,...

Selamat Pagi, 2021

Gambar
Selamat pagi 2021. Mari duduklah di teras yang lumayan dingin ini. Tenang saja, aku sudah menyediakan dua cangkir teh hangat. Iya, maaf, aku tidak begitu suka kopi. Selain tak terbiasa, menyeruput kopi malah membuatku hilang konsentrasi. Manis pahitnya sering kunikmati hanya sekali tegukan. Bagaimana, lebih enakan teh hangat, kan? Ngomong-ngomong, rembulan di atas langitmu cukup indah, aku sempat beberapa detik memandanginya. Bentuknya kecil memang, tapi sinar oranyenya sempurna, dibersamai bintik-bintik hitam pada beberapa bagiannya. Apakah Tuhan kita sedang jatuh cinta padamu? Sehingga Ia menhadiahimu langit semenarik itu? Kalau benar, pastilah aku orang pertama yang iri padamu. Karena selama ini, Tuhan masih membenci kebohonganku. Atas segalanya. Ya sudahlah, lupakan saja. Toh aku masih bisa menikmatinya juga. Anggap saja, melaluimu, Tuhan sebenarnya sedang juga mencintaiku. Sebetulnya, tahun ini sudah kubuat beberapa catatan penting dari beberapa impianku. Dalam sebuah buku nota ke...