Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Tingkat Baper Orang Berbeda-beda, Jangan Menghakimi Segala

Gambar
"Apaan sih, baperan!" Begitulah kira-kira kalimat yang biasa terucap dari mulut seorang "ahli lawak". Seseorang yang berusaha sok asyik di depan orang banyak, dengan menyerang fisik dan mental satu orang terlemah dalam kumpulan tersebut. Kalimat yang juga seolah menjadi stempel resmi bahwa, saling hina itu tidak apa-apa. Tidak peduli dengan kenyataan, tingkat baper orang berbeda-beda. Ucapan di atas biasanya memang sering keluar dari mulut para penyuka lawakan fisik maupun mental orang lain. Tak peduli apakah dia kenal dekat, atau tidak kenal sama sekali. Tidak peduli respon yang dihina biasa saja, atau malah jadi sakit hati luar biasa. Yang penting " jokes " sampai, dan lucu buat kaum-kaum yang punya ideologi mirip dengannya. Ketika jokes -nya menyakiti hati, maka muncullah tameng kalimat murahan bernama "baperan" ini. Sebenarnya untuk saya pribadi, humor dengan teknik menghina fisik maupun mental, bisa sah-sah saja. Dengan syarat utama, pelaku ...

Puisi 'Tuhan Terlalu Baik' oleh Deni Jangdoe

Gambar
Tuhan memang terlalu baik Memberi hidup meski dipandang tak pantas Lengkap dengan sebuah sistem yang bersinergi Untuk pernak pernik kebutuhan nya Untuk disetiap hari - hari yang dijalaninya Selalu memberi kesempatan dengan baik Meski kadang aturanya dihianati Tuhan memang terlalu baik Menuliskan cerita hidup dalam dua sisi Selaras dan untuk berdampingan Meski kadang rasanya tak kuasa mengarungi nya Tapi karena-Nya kita siap dan bisa menjalaninya Meski selalu di balas dengan keluh kesah Kadang tidak habis pikir Untuk sebuah aturan salah Tuhan selalu memberi hal mudah Meskipun dosa manusia Kadarnya sudah tak terhingga Malah Tuhan lebih menyanginya Dalam pelik dan sulit nya hidayah Dan memang Tuhan terlalu baik Mengilhami perbedaan untuk kesempurnaan Meski terkadang tercipta rasa resah Tapi dimatanya segalapun sama Dimata-Nya semua hal rata Karena esensinya Tuhan Maha segalanya Dan sekali lagi Tuhan terlalu baik Untuk sesuatu hal yang bajik Dan tidak memaksa umat untuk tunduk Bahkan dalam...

Kalau Realitas Hidup Bukanlah Tentang Uang, Aku Mau Hidup dan Menulis Saja

Gambar
Bukankah judul tulisan ini agaknya berlebihan? Sebab memang, realitas serta mayoritas manusia zaman ini, ya ujung-ujungnya soal uang untuk melanjutkan kehidupan. Ya termasuk seorang bernama Nandar, si pemilik blog yang mulai digemari satu dua orang ini. Saya, dengan terpaksa mengatakan, saya juga butuh uang. Dibangunnya blog ini juga pasti mengharap imbalan berupa uang. Meski beralibi dengan mengatakan "hanya bonus", tapi tetap saja akan merasa kegirangan tatkala uang cair dari Adsense. Sejujurnya saya juga tidak mau bergelut dengan salah satu  money effect ini. Karena jelas, mengganggu ketenangan saat menulis. Mengganggu imajinasi sanubari yang hendak dituang dalam kata-kata penuh arti. Gila saja, saya harus memikirkan tektek bengek optimasi, SEO, 300 kata lebih, harus bersubjudul, dan aturan SERP lainnya. Sedangkan jelas dalam hati saya, ada rasa idealis tentang bagaimana rasanya mengalir dalam tulisan sendiri. Tanpa aturan itu semua. Hak bicara di negeri ini sudah dibatas...

Sosial Media dan Dampak Negatifnya Bagi Anak Usia Muda

Gambar
Bersosialisasi kini tak melulu harus bertemu atau bertatap muka secara langsung. Melalui media sosial, kita dapat berkenalan dengan semua orang di berbagai daerah Indoneasia bahkan sampai di negara yang berbeda. Seperti kata orang, "mendekatkan yang jauh," itu memang nyata. Seolah jadi kebutuhan primer, tak lengkap rasanya bila seseorang tak punya sosial media di hidupnya. Bahkan anak kecil di bawah usia 13 pun punya sosial media. Yap, anak kecil zaman ini mainan barunya adalah sosial media. Khususnya di sosial media terbesar,  Facebook . Tulisan statusnya tidak berlebihan kok, hanya soal cinta, hanya itu saja. Maaf bercanda, itu memang tak cukup pantas buat mereka. Sebenarnya siapa sih yang menyebabkan anak-anak bisa dengan mudah memiliki sosial media? Apakah benar atas inisiatif sendiri atau justru ada orang tua di balik ini semua? Maaf saja jika orang tua harus terus dikaitkan. Seperti yang sudah umum diketahui, pendidikan pertama dan utama seorang anak jelaslah keluarga d...

Manfaat Menjadi Kontributor di Google Maps

Gambar
Saya lupa sejak kapan saya menjadi kontributor di layanan peta daring, Google Maps. Karena memang, awal masuk jadi kontributor juga hanya sekedar iseng-iseng berhadiah dan gaya-gayaan saja. Cuma karena kampung kelahiran saya takada di peta, waktu itu. Mirip Route 66 di animasi Cars, lah. Sedikit mengabdi pada kampung sendiri, apa susahnya saya kira. Kasihan juga melihat kampung sendiri malah terlihat seperti hutan belantara di peta. Sejak awal bergabung, saya juga benar-benar tak ada niat apapun, selain sekedar mau menambah info tentang kampung saya. Melihat poin saya bertambah, ditambah level yang makin naik, juga tak terlalu saya pedulikan. Coba lihat saja poin dan level saya pada ilustrasi gambar di bawah. Sebegitu tidak pedulinya saya, sampai malas menaikkan level yang hampir 4 itu. Akan tetapi dari kontribusi iseng di Google Maps itu, diam-diam pihak Google mengapresiasi kinerja saya dengan berbagai macam keuntungan. Keuntungan itu saya ketahui ketika searching di Google juga. O...

Novel 'Padang Bulan', Enong dan Kekuatan Seorang Perempuan

Gambar
Novel Padang Bulan ini merupakan buku tamat pertama yang saya ulas (ulasan ini sudah saya tulis pada tahun 2019). Maka dari itu mohon maaf apabila ulasan yang saya buat tidak sesuai dengan ekspektasi kamu. Jangan harap pula apabila resensi buku di sini, tidak sesuai dengan struktur dan kaidah yang selama ini kamu pelajari di sekolah. Anggap saja ini gaya saya dalam mengulas sebuah buku. Satu lagi,  Spoiler warning  buat kalian yang belum membaca novelnya. Silakan baca dulu novelnya, bookmark artikel ini, lalu kembali lagi kalau sudah tamat. Mari kita berdikusi bersama-sama. Tapi buat kamu yang tidak keberatan dengan  spoiler , silakan lanjutkan membaca saja. Saya akan berusaha sesedikit mungkin dan menghindari membahas cerita paling menarik di novel Padang Bulan ini. Mari kita masuk! Sinopsis Terdapat dua plot inti yang disajikan dalam novel Padang Bulan ini. Pertama, kisah mengenai seorang Anak bernama Enong si perempuan muda yang kuat. Kedua, tentunya, kisah Ikal dan c...

Bukan Hanya Cacing Besar Alaska , Inilah 5 Monster Terseram di Spongebob Squarepants

Gambar
Setelah membahas tentang kelpshake dan rahasianya, serta karakter Spongebob yang terinspirasi dari dunia nyata , kini Ruang eNIeR akan kembali membahas keunikan serial animasi ini. Kali ini, kita akan membahas cacing besar alaska dan monster-monster di Bikini Bottom yang tak kalah seram lainnya. Penasaran? Langsung saja, mari kita masuk! 1. Cacing Besar Alaska Berawal dari serangan misterius yang mengakibatkan ketakutan buat warga Bikini Bottom, Cacing Besar Alaska ini kemudian jadi buah bibir yang cukup hangat di kota itu. Saking menakutkannya, warga Bikini Bottom sampai membuat sebuah rencana gila yang terilhami dari Patrick Star. Mereka berencana menggusur kota, agar terhindar dari serangan bringas Cacing Besar Alaska. Meskipun cukup membuat kegaduhan di Bikini Bottom, Cacing Besar Alaska ini akhirnya bisa takluk oleh Sandy Cheeks bersama sahabatnya, Spongebob Squarepants. Namun sialnya kota mereka, Bikini Bottom, harus tetap hancur akibat tertimpa tubuh cacing itu. Ternyata pengg...

Filosofi Kotoran Sendiri, Menyengat tapi Suka Dinikmati

Gambar
Kali ini saya akan membahas sesuatu yang cukup aneh dan mungkin agak menjijikan. Jadi, buat kalian yang tidak mau terganggu pikirannya, saya sarankan untuk tidak membaca ini lebih lanjut. Tapi buat kalian yang  fine-fine  saja, dengan senang hati saya persilakan. Saya akan membahas mengenai filosofi dari kotoran sendiri. Agak aneh bukan? Sebenarnya saya pribadi menyukai hal-hal aneh, termasuk mencari filosofi hidup dari hal aneh. Yap, filosofi hidup bisa kita dapatkan dari sesuatu yang aneh seperti kotoran sendiri. Tapi seperti beberapa kali saya bilang di artikel lainnya, ini hanyalah pendapat saya pribadi. Apa sih maksudnya? Kita analogikan kotoran kita adalah aib atau kekurangan kita, dan kotoran orang lain adalah aib orang lain. Sudah terbayang apa maksudnya? Belum? Apakah kamu pernah suatu ketika kamu merasa jijik, sampai muntah-muntah ketika kamu tidak sengaja atau sengaja melihat kotoranmu keluar dari lubang pembuangan akhirmu? Saya pastikan, jarang. Kamu pasti santai-s...

Anak Kaki Gunung, Serial SCTV yang Wajib Tayang Ulang

Gambar
Kompasiana.com Semenjak hijrahnya salah satu rumah produksi, dari RCTI ke SCTV, saya jadi merasa jengah dengan perkembangan sinetron di stasiun ber- tagline "satu untuk semua" ini. Seperti jadi kehilangan ambisi akibat rating yang mungkin makin tipis. Padahal saya cukup percaya diri dengan stasiun swasta ini. Dahulu kala, SCTV cukup dikenal dengan beberapa gebrakan baru soal konsep sinetron yang tidak terlalu monoton. Sebut saja beberapa di antaranya, Laskar Pelangi the Series, Sinema Wajah Indonesia (yang tayang tengah malam, padahal tidak ada kevulgaran yang serius, kecuali vulgar soal kritik), Para Pencari Tuhan, serta tentu yang akan saya bahas hari ini, Anak Kaki Gunung. Alih-alih sibuk dengan gaya percintaan, beberapa contoh serial di atas jauh lebih berfokus pada bagaimana menggoreng beberapa fenomena lingkungan Indonesia. Kalaupun terpaksa bertema cinta, semisal Heart Series, SCTV masih memiliki kemauan untuk mengolah naskah agar tidak jadi mentah. Kembali lagi menyoa...

Puisi 'Mahkamah Orang Dalam' oleh Nandar IR

Gambar
Puisi ini, kau tahu untuk siapa. Silakan kira-kira saja, Puisi 'Mahkamah Orang Dalam' ini. pixabay.com/FelixMittermeier Puisi 'Mahkamah Orang Dalam' Oleh: Nandar IR Kamu pernah jadi korban? Atau malah kamu yang jadi pelakunya Kamu pernah gila jabatan? Atau malah kamu peminta-mintanya Kamu pernah jadi pemegang kekuasaan? Atau malah kamu penyogoknya Kamu pernah sudi uangkan? Atau malah kamu penggelontornya Seperti itu gambaran penguasa yang dulu ngaku wakil rakyat Pas jadi wakil rakyat, eh kamu yang dikuasai Kamu berjejer rapi menunggu namamu disebut Nyoblos sana-sini, satu lembar karena hati, yang lain karena serangan pagi Pas dikhianati kamu juga yang harus berjejer di jalanan ramai Kita yang sedang bodoh Atau penguasa yang kelewat gila honor? Ah, gila semua!

Kebebasan yang Kebablasan Ala Pemimpin Prancis dan Negaranya

Gambar
independentespanol.com Beberapa hari ini warga dunia khususnya muslim, digegerkan dengan tingkah polah presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pada beberapa kanal berita daring, Macron disebut-sebut telah melakukan pelecehan atau penghinaan terhadap tokoh terbesar umat muslim, Nabi Muhammad SAW. Kebebasan yang kebablasan. Macron menyulut emosi muslim seluruh dunia akibat pernyataan kontroversialnya tentang sebuah seni karikatur, yang jelas menampilkan penggambaran Rosulullooh secara eksplisit. Wajah Sang Baginda besar, ditampilkan dalam karikatur tersebut oleh majalah Charlie Hebdo. Padahal sudah sangat umum dipahami seluruh muslim, bahwa haram hukumnya wajah Nabi besar tersebut digambarkan secara terang-terangan. Sebab biasanya, beliau digambarkan hanya dalam bentuk cahaya, atau tulisan arab Nabi Muhammad SAW itu sendiri. Presiden Prancis itu tak serta merta mencabut karikatur tersebut, sekalipun warga muslim dunia menyerukan boikot. Ia menjelaskan bahwa dia tidak punya wewenang mencabut s...