h2amzOiq2Tn9rmGhajOa165fMKwBqbFxQjYwl3bC

Hari Ketika Pagi Terasa Sepi | PUISI #5


HARI KETIKA PAGI TERASA SEPI

Nandar IR


Di sini seketika terasa hangat

Berdiri bibi bersimbah air mata

Mengiyakan catatan akhir hayat

Aku penuh luka


Di luar kudengar bahasa duka

Semakin berisik ketika sirene berbisik

Sedang aku di sini tak pernah mendengarnya

Aku penuh luka


Kulongok sekejap perempuan itu

Ia lebih tenang dari pelangi setelah hujan

Disambangi bapak, merintih halus di kepala

Aku penuh luka


Ratusan sajadah dan karpet digelar

Sedang perempuan itu semakin tenang

Menghadap keabadian

Sedang aku penuh luka


Tanah merah menguburnya

Di rumah singgah terakhir

Mak, khusyuk dalam doa

Dan aku penuh luka


Hari ketika pagi terasa sepi

Lukisan di atas langit sekadar bahasa Tuhan

Surat terakhir perempuan itu, dibasahi tangis bapak

Di sini aku penuh luka


Juni, 2022

DONASI VIA TRAKTEER Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi yang diberikan, akan digunakan untuk keperluanwww.nandarir.com. Terima kasih.
Baca Juga
Nandar IR
Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Mungkin Kamu Suka

Posting Komentar