h2amzOiq2Tn9rmGhajOa165fMKwBqbFxQjYwl3bC
Bookmark

Kumpulan Puisi Guru Singkat, dan Penjelasan Maknanya

puisi guru singkat
Sebagai seorang anak didik yang baik, kamu tentu ingin memberikan sebuah hadiah pada guru tercinta. Baik itu hadiah berupa barang berharga, maupun sebuah persembahan yang tidak mungkin terlupa. Salah satu kado terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dengan membacakan puisi untuknya. Tapi… kamu bingung menulisnya? Tenang, di sini saya akan memberikan beberapa puisi guru singkat yang bisa kamu baca di depan kelas maupun di atas panggung pentas.

Supaya membantu menambah penjiwaan saat membaca puisi untuk guru, saya juga akan memberikan makna yang terkandung di dalamnya. Gimana cara pembawaannya, dan cocok dalam keadaan apa puisi itu dibaca.

Tanpa banyak bicara lagi, yuk, simak kumpulan puisi tentang guru di bawah ini!


Doa untuk Guruku

Karya: Nandar IR

Di atas kedua telapak tanganku

Tak pernah kulewatkan untukmu

Doa dan hamparan kasih atas jasamu

"Tuhan, angkat derajat pembimbing hidupku."


Di atas selembar sajadah

Aku bersimpuh menengadah

Meminta pengharapan segala amaliahnya

Jadi saksi akhirat menuju pintu surga


Di atas raga yang sempat mati tanpa emosi

Aku bersujud pada Tuhan Maha Pengasih

Berikan ia tempat paling indah di atas langit

Sang wibawa pembawa ilmu hidup, yang teramat sulit


Penjelasan makna puisi tentang guru di atas:

puisi guru
Puisi yang berjudul "Doa Untuk Guruku" ini bermakna tentang seorang anak didik atau siswa yang memanjatkan doa untuk gurunya. Saking ingin berbaktinya ia pada sang guru tercinta.

Ia berdoa agar gurunya bisa diangkat derajatnya dalam hal apapun. Baik itu di dunia maupun akhirat kelak. Memanjatkan doa agar didikan yang diajarkannya akan jadi saksi menuju jalan surga nanti.

Puisi di atas mengajarkan kita untuk senantiasa berbakti kepada guru-guru di sekolah. Karena ialah sosok orang tua yang tak kalah pentingnya dalam perjalanan hidup, selain ayah dan ibu kita.

Bukti bakti tidak hanya bisa dilakukan secara langsung saja, seperti membawakannya segelas air minum, atau menolongnya ketika sedang susah. Memanjatkan doa pada Tuhan yang Maha Esa juga termasuk cara berbakti kepada guru kita.


Guru dan Wajah Lelahnya

Karya: Nandar IR

Di depanku, seorang lelaki paruh baya sedang bicara

Perihal ilmu dalam buku, perihal penjelasannya

Seribu kata milyaran makna

Sudut di mulutnya sampai berbusa


Sesekali ia terduduk menatap dinding belakang kelas

Kedua tangannya bertopang dagu, menghela nafas

Aku yakin jauh dalam hatinya ia sedang menangis


Dalam lelahnya sesekali ia menatap kami

Dalam tatapan mata sang pahlawan abadi

Tersenyum, memanjat doa budi pekerti

"Ya Allah, wujudkanlah mimpi anak-anak kami."


Penjelasan makna puisi tentang guru di atas:

puisi tentang guruku
Puisi yang saya beri judul "Guru dan Wajah Lelahnya" ini bercerita tentang seorang siswa maupun siswi yang senantiasa melihat keadaan gurunya di depan kelas. Gurunya sesekali terlihat lelah, karena mungkin beban pikiran yang dihadapinya.

Sang anak betul-betul memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan gurunya. Ia tahu gurunya sedang capek dengan kegiatan mengajarnya.

Puisi ini mengandung makna bahwa seorang siswa bisa begitu peduli pada gurunya, ketika ia sudah mengerti bagaimana sulitnya mendidik banyak sekali anak didik. Ia tahu bahwa seorang guru juga manusia, yang pasti punya titik lelah dan kesabaran yang terbatas.


Pintu Gerbang

Karya: Nandar IR

Senin pukul tujuh

Pintu gerbang jadi saksi bisu

Sosok tua renta. Guruku.

Berjalan di bawah fajar menenteng buku-buku


Kemudian ia berhenti, duduk di atas kursi

Menyambut kami bersama senyum tanpa henti

Kami mengerti. Kami menghampiri.

Kutatap telapak tangan penuh kerut sampai ujung jari

Kucium sepenuh hati sebagai tanda bakti


Hari ini, pintu gerbang jadi saksi

Guruku akan segera pergi

Meninggalkan kisah-kisah penuh arti

Biarkan sisa hidupnya bersama anak cucu sendiri


Penjelasan makna puisi tentang guru di atas:

puisi guru singkat 4 bait
Puisi di atas sangat cocok untuk dibawakan saat perpisahan salah satu guru di sekolahmu. Apalagi jika kisahnya persis seperti keadaan pada puisi tentang guru di atas.

Makna puisi yang berjudul "Pintu Gerbang" ini adalah tentang sosok guru yang sudah lanjut usia dan sudah akan pensiun dari kegiatan mengajarnya. Karena tidak selamanya ia bisa kuat mengajar dengan keadaan tubuhnya yang sudah tak lagi kuat seperti dulu. Ia pikir, sisa hidupnya jauh lebih baik dihabiskan bersama anak cucunya sendiri.


SELAMAT JALAN, GURUKU

Karya: Nandar IR

Aku tahu kau lelah

Ajari kami hitungan, dan membaca

Dari pagi hingga siang tiba

Hilir mudik dari kelas ke kelas lainnya


Aku tahu kau sedang bersedih

Pada ruang gelap yang kau kunci

Lihat kami tak bisa balas budi

Dengan akhlak baik, juga kasih


Aku tahu kau tak tidur seharian

Coret-coret kertas hasil ujian

Tidak peduli tubuhmu kedinginan

Angin malam masuk ke badan


Aku tahu kau tidak pernah menyerah

Didik kami jadi manusia seutuhnya

Lepaskan nakal anak remaja

Dengan sabar tiada batasnya


Guruku,

Maafkan aku tidak memahamimu

Perasaan batin yang berliku-liku

Sungguh kami tak pernah tahu

Sungguh kami tak tahu malu


Hari ini, kau tinggalkan kami

Segera pamit lalu pergi

Tinggalkan memori yang pasti

Terhenti sisakan setumpuk sunyi


Selamat jalan,

Semoga hidup barumu lebih berkesan

Dihargai, tak merasa diabaikan

Tak seperti kami yang kau tinggalkan


Tasikmalaya, 2023.


Penjelasan makna puisi di atas:

Dari bahasa puisi di atas yang sederhana, tentu kamu dapat dengan mudah memahaminya bukan? Coba apa yang kamu bisa pahami tentang makna puisi tentang guru di atas?

Yap, benar sekali! Puisi di atas bermakna tentang penyesalan seorang murid yang belum bisa menghargai berjuangan dan keberadaan gurunya. Sehingga, ketika ia mendengar gurunya akan pergi, iapun langsung sadar diri dan memohon maaf.

Puisi yang berjudul "Selamat Jalan, Guruku" cocok sekali untuk dijadikan sebagai hadiah perpisahan untuk guru yang akan segera pergi. Ungkapkan penyesalanmu, serta kesalahan-kesalahan yang pernah kamu buat kepada beliau. Tidak ada salahnya menyadari bahwa dirimu tidak luput dari kesalahan.


Itulah beberapa puisi pendek tentang guru yang bisa membantumu memberikan persembahan yang berarti dan tak terlupakan untuk guru. Kamu boleh menulisnya sebagai karya sendiri. Namun, jika merasa ingin menghargai saya sebagai penulis asli, cantumkan saja nama saya.

Baca Juga: Puisi-puisi Anumerta

Semoga puisi guru singkat di atas mampu menggugah rasa menghargai jasa mereka di dalam hati kita. Jangan sampai perilaku melawan guru, kembali terulang seperti di banyak media berita. Seburuk-buruknya guru, ia tetaplah manusia biasa. Asalkan tidak melakukan sesuatu yang menyimpang saja.

Posting Komentar

Posting Komentar

Hai! senang bisa mendapat komentar darimu. 😊
Sok, kasih kritik maupun saranmu buat blog ini. Jangan nanggung, hajar aja!