h2amzOiq2Tn9rmGhajOa165fMKwBqbFxQjYwl3bC

Contoh Naskah Drama Panjang Tentang Pahlawan

Bagi kamu yang bingung nyari-nyari contoh naskah drama panjang, kebetulan saya punya satu, yang sudah lama disimpan di folder. Daripada suatu saat tiba-tiba kehapus, baiknya saya mempublikasikannya di blog ini.

Naskah drama yang akan saya bagikan ini bertema pahlawan. Tentang perjuangan salah seorang kiai besar Indonesia, bernama K.H. Hasyim 'Asy'ari. Tahukan siapa beliau?

Satu hal lagi, contoh naskah drama panjang ini terinspirasi dari beberapa adegan yang ada di dalam film Sang Kiai (2013) yang disutradarai oleh Rako Prijanto. Jadi, jika ada beberapa adegan atau dialog yang kurang pas, maka boleh sekali diedit.

Contoh Naskah Drama: Guru Sejati, Hasyim 'Asy'ari


GURU SEJATI, HASYIM ASYARI
(Karya: Rustini, Irma, Nandar IR)


BABAK 1: Pemberontakan

NARATOR:

Pada tahun 1942, dikisahkan, tentang penjajahan Jepang yang melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu indonesia raya, dan memaksa rakyat indonesia untuk melakukan seikerei. Sebuah penghormatan terhadap Kaisar Hirohito dan ketaatan pada Dewa Matahari (Amaterasu Omikami), yang merupakan suatu kewajiban bagi rakyat Indonesia kala itu. Tokoh besar agamis saat itu K.H. Hasyim As'ary, menolak melakukan penyembahan tersebut, karena tindakan itu menyimpang dari aqidah agama islam.

***

Santri masuk panggung (diiringi musik_pembuka). Ada yang masuk 1 orang, ada yang masuk 2 orang. Semua santri duduk, bersiap mengaji.

Anak K.H. Hasyim masuk, dan duduk di kursi.


Anak K.H. Hasyim: Anak-anakku, sebelum memulai pengajian, mari kita membaca surat Al-baqoroh ayat 190-191

Semua santri:

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ () وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا 


Tiba-tiba  tentara jepang datang. Mengarahkan senjata api ke hadapan para santri dan Anak K.H. Hasyim. Semua santri ketakutan.

Tentara Jepang 1: Oi, kami datang kemari untuk mencari Hasyim Asy'ari! Di mana dia?!

Santri 1: (Berdiri) Mau apa kalian mencari kyai kami?

Tentara Jepang 2: (Menghampiri santri tersebut) Dia akan kami tangkap, karena sudah menentang aturan kami! Dia sudah berani memberontak!

Anak kh hasyim As'ary: (Berdiri) Aku putra kh hasyim as'ary, mau kalian apakan Ayahku?

Tentara Jepang 1: Halah! Banyak omong sekali kalian. Sekali lagi, di mana Hasyim Asyari! (Marah, geram)


KH Hasyim Asyari masuk panggung, didampingi sang istri, dan beberapa santri lain.

Kh hasyim as'ary: Aku hasyim as'ary mau apa kalian datang kemari?

Tentara Jepang 2: kami disuruh jendral kami untuk menangkap anda, ayo ikut dengan kami. Bawa dia! 


Beberapa santri menghampiri KH Hasyim Asyari, menjaganya agar tidak ditangkap.

Santri 2: tidak! Kami tidak akan membiarkan kalian membawa kyai!

Semua santri yang menjaga Kyai: Ya, betul!


Tentara Jepang menarik santri tersebut sampai jatuh.

Salah satu tentara Jepang membawa jerigen minyak, dan menyiram santri lain. Tentara Jepang menyalakan korek gas.

Tentara Jepang 1: Mau urusan ini selesai, atau kubakar kalian hidup-hidup?

KH Hasyim: Sudah! Sudah! Kalian semua tenang. Aku akan ikut kalian, tapi jangan apa-apakan santri-santriku.

Tentara Jepang 1: Baiklah, bawa dia! (Menyuruh anak buahnya membawa Kyai, dengan menggerakan kepalanya)

Santri 1 (ditemani santri 2): Kami akan ikut dengan kyai

Tentara Jepang 2: Hah! Merepotkan saja. Yasudah! (Menarik kedua santri, dan dibawa ke markas juga)


KH. Hasyim Asy'ari, Tentara, dan 2 santri, meninggalkan panggung.

Istri KH Hasyim: jangan  bawa suamiku, mau dibawa kemana suamiku??

Anak kh hasyim as'ary: (Menenangkan Ummi) Sudah ummi, jangan khawatirkan abii, abii akan baik-baik saja  disana. percayalah.


NARATOR:

Istri, anak, juga para santri lain, kemudian kembali ke pondoknya masing-masing.

Sementara itu, KH Hasyim Asyari dibawa oleh para tentara Jepang ke markas mereka, untuk disiksa.


BABAK 2: Penyiksaan

Jendral Jepang: Kenapa kau tidak mengikuti perintah kami untuk melakukan seikerai?

Kh hasyim Asy'ari: Demi Allah aku tidak akan mengikuti perintah mu Itu.

Jendral Jepang: Kurang ngajar, berani-beraninya kau membantah perintah kami.

Kh hasyim asy'ari: Lebih baik aku mati di jalan Allah… dari pada aku mematuhi perintahmu itu.

Jendral Jepang: Oi, Siksa mereka....!!


Tentara Jepang 1 membawa Hasyim asyari menuju bangku.

Tentara Jepang 2 memegang palu. Memukul keras, tangan Kyai Hasyim Asy'ari

Tentara lain menyiksa 2 santri yang dibawa ke markas.

(Adegan berlangsung selama 1 menitan)

Salah satu santri ditembak mati.


NARATOR:

Setelah melakukan penyiksaan terhadap kh. hasyim as'yari, Jepang mendapatkan perlawanan besar-besaran dari para santri. K.H. Hasyim Asy'ari dan santrinya, dibebaskan.


BABAK 3: Resolusi Jihad

Semua santri berdzikir (3x)

Santri 2: kyai saya mau bertanya?

Kh hasyim asy'ari: na'am silakan, apa yang mau kamu tanyakan?

Santri 2: Apa hukumnya membela tanah air, bukan membela agama Allah ataupun bukan membela Al-qur'an, sekali lagi membela tanah air apa hukum nya kyai?

Kh hasyim:Hukum membela negara dan melawan penjajah adalah Fardu a'in, perang melawan penjajah adalah jihad fisabilillah. Oleh karena itu orang yang meninggal dalam peperangan adalah syahid.

Semua santri: oh begitu, na'am  kyai...

K.H. Hasyim: Anak-anakku, pengajian malam ini dicukupkan sampai di sini. Mari kita membaca hamdalah bersama-sama.

Semua: Alhamdu lillaahi robbil 'aalamiin… (semua santri bersalaman kepada kyai. Santri putra menyalami tangan, santri putri tidak).


KH Hasyim dan Para santri keluar panggung.

SEMUA LAMPU DIMATIKAN (opsional)



NARATOR:

Api resolusi jihad  telah menyulut di dalam jiwa para santri. Tekad mengusir penjajah dari tanah kelahiran, sudah sangat bulat. Tidak ada satupun dari mereka yang memasang rasa takut. Mereka menyambut musuh dengan keberanian yang sempurna.


MUSIK PERANG dimainkan.

Jenderal dan semua Tentara Jepang (kecuali Rosni) masuk panggung.

Tentata Jepang 1 (Rosni) masuk, melapor.

Tentara Jepang 1: Lapor jenderal! Saya mendapatkan kabar, santri-santri Hasyim akan datang kemari!

Jenderal Jepang: Sialan! Berani sekali mereka! Baiklah, persiapkan senjata kalian. Bantai semua cecunguk itu!


Di belakang panggung, para santri mengucap takbir dengan suara keras (3x).

Tentara Jepang siaga di posisi masing-masing.

Para santri putra masuk, berlari-lari kecil. Ada yang membawa bambu runcing, ada membawa senjata api, ada pula yang membawa bendera merah putih.

PERANG DIMULAI, sekitar 3-4 menitan.

Semua tentara mati, kecuali jenderal.

Dua santri meninggal.

Jenderal Jepang menyerah, maju ke tengah, sembari membawa pedang. Santri yang hidup, menodongkan senjata ke arah Jenderal.

Jenderal Jepang: (membuka baju. Mengangkat pedang tinggi-tinggi, menusukkannya ke perut sendiri) Seppuku. Banzai…!

Santri 2 dan santri pemegang bendera merah putih: (menghampiri bendera Jepang, dan merobeknya).

Santri pemegang bendera: Alloohu akbar!!

Semua santri yang masih hidup: Merdeka!


Narator dan pembaca puisi maju ke depan.

Musik puisi dimainkan.

Pembacaan puisi.

Saat pembacaan puisi, para santri yang hidup, menutup santri yang meninggal dengan kain sarung.


Narator:

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Namun, 2 tahun setelah peristiwa besar itu, K.H. Hasyim Asy'ari berpulang ke haribaan Allah SWT. Membawa sebuah resolusi jihad, yang dipegang teguh hingga saat ini.


K.H. Hasyim Asy'ari:

Semua yang melawan penjajah  itu, pahlawan. Tidak ada yang lebih berjasa dari yang lain. Kalaupun, ada yang melupakan jasa mereka, juga, tidak mengapa. Karena, Allooh telah menjanjikan, tempat yang sebaik-baiknya, bagi, para, syuhada. (Dibaca di belakang panggung).

Musik penutup dimainkan.

Narator, pembaca puisi, dan santri yang masih hidup keluar panggung.

 -SELESAI-


Contoh Naskah Drama Pdf

Jika kamu membutuhkan file contoh naskah drama pdf, langsung saja unduh pada link berikut ini (mediafire): Guru Sejati, Hasyim 'Asy'ari.pdf

Segitu saja sih, untuk hari ini. Semoga contoh naskah drama panjang tema pahlawannya berguna dan cocok untuk pentas sekolah atau acara kamu. Terima kasih.

Dukung Via SAWERIA Jika artikelnya dirasa bermanfaat, kamu bisa traktir saya dengan mengeklik lambang hati di sebelah kiri. Semaunya saja, gak maksa. Semua traktiran, akan digunakan untuk kemajuan blogwww.nandarir.com. Terima kasih.
Baca Juga
Nandar IR
Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Mungkin Kamu Suka

Posting Komentar