Waktu Berlalu Cepat, Sedang Aku Berjalan Lambat

waktu berlalu cepat, sedang aku berjalan lambat
Prihatin memahami diriku sendiri. Kalut, mencari jalan lurus, dari terjal yang kubuat sendiri. Gusar, berteman dengan caci maki yang juga kubuat sendiri. Salah, atas pilihan hidup yang sangat tidak kumengerti.

Waktu berlalu cepat. Langit-langit fajar tetiba gelap gulita. Awan putih menghitam. Matahari berganti bulan. Angin semilir semakin dingin. Daun-daun pohon kelapa yang kemarin hijau, sudah mati menua. Kalender yang tadinya terpambang wajah ulama, kini berubah jadi calon bupati Tasikmalaya. Jam dinding berganti baterai dua kali.

Waktu berjalan cepat. Ayam rumah ribuan kali menggertak kala mata terlanjur lelap. Ramadan sudah lewat dua kali akhir-akhir ini. Madrasah diniyyah yang dulu hanya selebaran cari donasi, sudah kokoh berdiri. "Jangan lupa, gadis 16 tahun itu sudah beranjak dewasa!"

Waktu berjalan cepat.
Sebingung itukah aku hari ini?

Sedang aku berjalan lambat. Sepuluh jari kaki tidak pernah sanggup memotong kukunya sendiri. Sampai hitam dijejal tanah basah. Tak lagi ada yang mengurus, tak mau diurus.

Sayup-sayup tetangga bercerita, sampai batas desa. Kata mereka, "ada seorang pemuda gagal yang dulu bangga dengan tujuh mimpinya." Seraya kerlingkan dua bola mata.

"Dia sampai hari ini sibuk merangkai kata-kata tanpa guna, bahkan cuma sedikit pembaca!" Kemudian tertawa.

Sedang aku berjalan lambat. Warung Mak jadi gudang beras, sekaligus garasi motor cicilan. Lapak di bawah rubanah tempat biasa berjualan, sudah hampir dua tahun terbiarkan. Dua saudara tua sampai-sampai jadi pekerja kasar, demi sesuap makan.

Sedang aku berjalan lambat.
Sebingung itukah aku hari ini?

Kalau boleh aku meminta satu kesalahan lagi. Setahun lebih begini, minta mulut agar bicara. "Aku mau cabut salah satu mimpi kita, mewujudkan mimpi yang lainnya."

Terlampau jauh mengejar dua sisi jalan berseberangan. Sedang aku tak punya kembaran. Sedang aku berjalan, memilih sendirian. Aku, mau menyapa perjalanan, dalam impian.

Waktu berlalu cepat, sedang aku berjalan lambat.
Sebingung itukah aku hari ini?
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

20 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. Puitisnya kang hehe
    Sama kayak saya berarti, saya dari awal pandemi sampai sekarang seperti tak punya arah tujuan hanya mainan hp, laptop, nulis di blog, trafik sepi, seperti tidak berguna dan ingin putus asa. Sedangkan kebutuhan selalu jalan, pemasukan tertahan masih melayang tak kelihatan. Namun selalu aku paksa buat selalu berkarya entah itu diterima atau tidak. Terlalu sering mengharapkan sesuatu malah tidak kesampean, tapi kadang cuma ngapin malah dapat yang berlebihan. Jalanin terus kang! Sambil cari jalan lain. Yuk konsisten.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya begitulah kang. Malah pas mainin hp terus diliat orang, serasa diejek aja. Kayak gak berguna jadi orang, kalau kerjaannya main hp terus. Padahalmah lagi sibuk mikirin konten yang itu tadi, sepi. Hidup emang makin keras bahkan di era yang katanya serba mudah.
      Terima kasih kang motivasinya, pasti bakalan konsisten. Semangat!

      Hapus
  2. Iya kang, kadang dikira mainan hp tuh cuma buat senang2 ga ada manfaat atau gunanya. Tapi setelah pusing mikirin blog biasanya saya refreshing cari konten hiburan or gitaran, kumpul sama temen siapa tahu dapat ide buat konten. Emang blognya belum ber ads kang? Saya liat tadi kang Nandar IR ada di 1M1C. Aku baru gabung tadi kang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya paling nonton YouTube sambil nyari inspirasi juga. Saya dari dulu pengen bisa main gitar, tapi gak punya gitar. Haha.
      Kalau aplikasi browsernya gak dipasang ads block, seharusnya muncul sih ads nya. Memangnya tidak muncul ya? 🤔

      Hapus
  3. Orang udah keterima noh kang sama google ads. Udah tampil iklan. Lah saya yang belum keterima ketolak belasan kali aja huh greget kali. Apa sesusah ini buat daftarin blog ke ads?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya alhamdu lillaah, walaupun masih seret haha. Kalau dari pengalaman saya, sama tips dari beberapa orang di komunitas blogger, minimal harus ada beberapa postingan paling sedikit 15 an. Terus harus jelas menu navigasi, about, disclaimer, terms of service, privacy policy, sama sitemap. Dan blog harus sudah 6 bulan kalau belum TLD, kalau TLD sih dari pengalaman saya bisa langsung ACC asal postingannya sudah banyak.

      Itu sih kang. Maaf kalau kurang membantu. 😅

      Hapus
  4. udah pernah cairin belum kang? hehehe saya kemarin baru beli domain .online, artikel saya udah 19, mau coba daftar lagi belum berani. katanya uga tips jitunya pas setelah daftar buat post tiap hari supaya cepet diterima. Yaa mungkin bisa saja kang semua itu bener.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum, masih ngebangun personal branding sih, belum serius mikirin Adsense. Baru dikit" lah.
      Iya banyak yang bilang gitu. Pas kita udah daftar adsense, pas masih peninjauan, coba di push bikin konten.
      Saya pernah baca komen di komunitas blogger di fb, katanya domain .online emang susah di acc katanya. Gak tau juga sih bener apa nggak.

      Hapus
  5. aduh kang, yang bener? lw sebelumnya saya tanpa beli domain, pake blogspot. yang domain ini belum pernah coba kang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tentu bener sih mas, masih katanya juga. Jangan langsung dipercaya. Hehe.

      Hapus
  6. iya mas, aku cari tau lebih lanjut dulu, atau langsung coba aja. ads mas jalannya gimana emangnya lw boleh tau? trafik berapa jalannya segitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog saya ini masih fresh sih mas, masih 3 bulanan lah. Trafiknya juga masih 2000an perbulan 😂. Trafik segitu dapet 3rb perak. Ahaha, menyedihkan.

      Hapus
  7. padahal ambangnya 1.3 juta yaa kang. berarti 1 bulan trafik 2k dihargai 1k dong kang? paling ga trafik ribuan yaa kang per hari supaya cepat cair. tapi endor banyak kali kang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya begitulah. Kalau endorse masih belum banyak juga, baru dapat sekali, itupun harga miring.

      Hapus
  8. ya ampun, apalagi saya entar yaa. gimana nasibnya. harga miring tuh berapa coba kang? 1 juta? (kepo)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana ya. Belum bisa ngasih tau sih, haha. Kalau ngebahas uang agak susah. 😅

      Hapus
  9. dari deret kalimat kalimat pengandaian dalam setiap lariknya menggambarkan satu kesimpulan gamblang : setting waktu yang diceritakan sudah berlangsung cukup lama (tapi terasanya sangat cepat...bukankah itu cukup ajaib bagaimana semesta bekerja).

    Great poem Kak nandar seperti biasa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu berkualitas komentar kak Gusty ini. Cuma, tulisan ini sebetulnya bukanlah puisi. Lebih ke curahan hati yang disajikan melalui kalimat-kalimat agak puitis biar terkesan misterius. Hehe.

      Hapus
  10. Bahasanya bagus dan puitis. Isi curhatan jadinya lebih mengalir. Tidak memaksa namuncukup untuk mencurahkan kegundahan hati.

    Meski engkau berjalan lambat, setidaknya engkau bergerak maju.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gundah sekali Kak. Sampai lupa Tuhan masih ada.
      Betul sekali, setidaknya saya masih berjalan maju, meski tergopoh-gopoh. 😅

      Hapus
Lebih baru Lebih lama