The Maze Runner, Ketika Sekelompok Remaja Terjebak di Labirin Raksasa

Film The Maze Runner, memiliki 3 film yang saling berhubungan erat satu sama lain, atau bisa disebut sekuel. Film pertama diberi judul The Maze Runner, film kedua berjudul The Maze Runner: Scorch Trials, dan film pamungkasnya diberi judul Maze Runner: The Death Cure.

Karena film The Maze Runner ini memang sudah sangat lama dan sudah berakhir, maka Ruang eNIeR akan me-review ketiganya sekaligus. Biar lebih ringkas. Selain itu, saya juga tidak begitu yakin bisa bersaing dengan tulisan bertopik sama. Haha.

Okelah, mari kita masuk!

Abstrak

The Maze Runner

Seorang remaja tak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya. Ia tiba-tiba saja dikepung remaja lain, yang seakan mengolok-oloknya. Ia, berada di sebuah tempat asing, yang dilingkari bangunan besi tinggi. Mustahil bagi siapapun bisa keluar dari sana.

Hanya seorang Runner, yang bisa masuk menjelajahi apa yang ada di luar bangunan. Itupun, hanya sebatas mengeksplorasi tanpa bisa terbebas. Di balik bangunan itu, adalah sebuah labirin panjang yang akan selalu berubah bentuk setiap malam. Selama 3 tahun, mereka mencari informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.

Suatu malam, remaja tadi menerima tantangan Gally. Seseorang yang cukup berpengaruh di tempat itu. Pertarungan berakhir dengan kemenangan Gally. Namun, karena terbanting keras, si remaja tadi langsung sadar dengan beberapa fakta dirinya. Ia mengingat namanya sebagai Thomas.

Thomas ingin bebas dari tempat yang diberi nama Glade itu. Beberapa temannya setuju, beberapa yang lain ingin menetap. Glade dianggap sebagai tempat aman untuk mereka, daripada harus mati oleh Griever, sang penjaga labirin.

Para pembelotpun akhirnya bersikukuh dengan rencana terbebas dari labirin itu. Mereka menerobos seluruh penjuru labirin. Menantang kematian yang siap menghampiri mereka, kapanpun.


The Maze Runner: Scorch Trials

Setelah kematian banyak teman-temannya, Thomas dan penghuni Glade yang selamat, dipindahkan ke Scorch. Tempat yang menurut Janson (pemimpin Scorch), aman dari serangan WCKD atau WICKED. Organisasi yang mereka temui di film pertama.

Sayangnya, Jonson ternyata lebih berbahaya dari WCKD. Ia bersama pasukannya, tak segan menjadikan mereka kelinci percobaan demi mendapatkan obat antivirus. Sebuah rencana berdalih penyelamatan menuju kebebasan. Para Glader berhasil dirayu.

Thomas yang menyadari bahaya, kemudian mengajak teman-temannya untuk kabur dari sana. Pada awalnya, mereka menolak. Namun karena Thomas dan Aris (teman baru di Scorch) berhasil menemukan bukti kuat, Minho, Newt, Teresa, Winston, dan Frypan mengikuti rencananya.

Selepas terbebas dari penjara gila itu, hidup mereka masih belum aman. Terdapat fakta yang jauh lebih mengejutkan di luar sana. Ternyata, kota-kota telah musnah akibat wabah zombie.

Mengetahui hal itu, mereka tak kenal mundur. Sudah kepalang tanggung, mereka pikir. Mereka melanjutkan perjalanan, demi bertemu pasukan The Right Arms, para pembelot yang juga menginginkan kebebasan.


The Maze Runner: The Death Cure

Petualangan Thomas masih berlanjut. Kematian Winston, dan tertangkapnya Minho, membuat Thomas semakin membenci WICKED. Para Glader, dibantu Brenda, jorge, dan pasukan The Right Arms, berencana melakukan pembebasan Minho.

Rencana itu sangat matang, sampai berhasil membajak satu pesawat, dan gerbong berisi para remaja korban WCKD. Sayang, di dalam gerbong itu, takada Minho. Lelaki itu sengaja dipisahkan di gerbong lain, oleh Jonson.

Thomas tak patah arang, ia masih ingin Minho selamat. Ia tidak mau Minho terus-menerus disiksa kelompok WCKD. Newt dan Frypan tahu, mereka berdua tak bisa menahan Thomas. Mereka bertiga berangkat menuju Last City alias kota terakhir. Di tengah perjalanan, mereka hampir saja mati diserang para zombie. Untung saja Brenda dan Gorge membuntuti mereka, sehingga ketiganya selamat.

Di depan gerbang Last City, sekumpulan orang berbondong ingin masuk. Namun sistem pertahanan kota tak bisa ditembus sembarangan orang. Bahkan mereka tak segan menembak kerumunan itu, hingga memakan banyak korban.

Untungnya Thomas dan teman-temannya selamat, namun dengan bantuan penculikan orang-orang bertopeng. Mereka adalah pasukan pemberontak, yang dipimpin oleh Lawrence. Kejutan belum usai, sebab Gally yang dikira mati di film pertama, ternyata masih hidup dan bergabung dengan para pemberontak di sana.

Bersama pasukan baru yang lebih kuat, Thomas mengatur rencana supaya bisa menembus pertahanan kota. Menyelamatkan Minho, yang semakin tersiksa oleh ambisi Teresa.

Plus Minus

Sekuel The Maze Runner, berhasil memberikan sebuah cerita asyik nan epik. Semenjak berada di Glade (tempat Thomas dan teman-temannya dikurung), konflik terus-menerus terjadi. Terutama antara Thomas dan Gally. Tensi konflik semakin meningkat pada film kedua dan ketiga. Dari yang awalnya hanya perseteruan sesama korban pengurungan, menjadi pertarungan berdarah juga ledakan.

Gegar otak yang dialami Dylan O'Brien (pemeran Thomas), nampaknya sepadan dengan hasil memukau aktingnya. Rasa frustasi akibat kehilangan Chuck, Minho, ditambah penghianatan Teresa, membuat karakter Thomas semakin menjadi dewasa dalam mengatur rencana.

Jujur saja, saya sebenarnya agak bosan dengan film bertema Zombie. Namun The Maze Runner, memberikan cerita yang lumayan segar. Alih-alih membahas bagaimana wabah zombie bisa semakin merusak tatanan dunia, film ini justru berfokus pada bagaimana para remaja itu bisa melarikan diri, dari ketidaktahuan mereka.

20th Century Studios, juga berhasil memanjakan penonton dengan tampilan CGI yang disajikan. Suasana labirin, Grievers si penjaga labirin, kota-kota hancur, benar-benar terlihat seolah nyata. Tidak terbayang jika The Maze Runner tidak dibantu CGI. Pasti memerlukan dana yang sangat besar.

Dari segi karakter, saya pribadi sangat menyukai Newt. Sikap friendly dan kepercayaannya terhadap Thomas, mebuat saya jatuh cinta padanya. Newt tak segan menjadikan dirinya tameng, untuk menyelamatkan teman-temannya, khususnya Thomas. Ia juga sering meredakan konflik di dalam Glade. Sikap kepemimpinan yang lebik baik, dibanding yang lainnya.

Sebagai penonton awam, film ini rasanya tidak memiliki cukup banyak minus. Namun, terdapat beberapa adegan yang kurang saya terima. Salah satunya pada adegan akhir, di The Maze Runner: Death Cure. Teresa sebenarnya masih cukup memiliki waktu, untuk setidaknya loncat masuk pesawat. Namun entah apa yang dipikirkan Teresa, ia malah diam dan terlalu mendramatisir keadaan, alih-alih ancang-ancang melompat. Padahal, jarak gedung dan pesawat tidak terlalu jauh. Teresa bisa selamat, kalau dia loncat.

Skala Angka

The Maze Runner sangat bisa menjadi rekomendasi tontonan film terbaik, terutama bagi para pecinta genre Sci-Fi. Secara pribadi saya memberikan skala angka 9 untuk keseluruhan sekuelnya.

Bagi yang belum menonton The Maze Runner, dan penasaran dengan petualangan serunya, kamu bisa menonton ketiga filmya di Disney+ Hotstar. Tinggal cari saja "The Maze Runner." Jadi, buruan berlangganan!
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

8 Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

  1. Saya adalah tipe penonton yang sangat pilih² genre, jadi penasaran dengan film ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sebelum suka review film, saya juga pilih" genre. Untungnya Maze Runner seru. Wajib ditonton sih, Kak.

      Hapus
  2. Aku ga lanjut nonton film 3 krna keburu kesel pas film 2 bedanya parah bgd dibanding bukunya 😅
    Tp aku suka bgd sih liat persahabatan Thomas, Minho sama Newt. Btw, di film ke 3 itu Newt juga endingnya jd zombi ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas tau film ini diadaptasi dari buku, saya bingung apakah mau baca versi bukunya dulu baru review, atau gas aja review. Tapi karena dompet belum cukup, jadi review filmnya dulu aja. Beda jauhnya di mana Kak Thessa?

      Iya Newt jadi Zombie dan gak selamat Kak. Mengesalkan adegan itu.

      Hapus
  3. belum nonton film ini, kayaknya seru juga ya
    action action gitu genrenya

    BalasHapus
  4. Waaaah aku juga ngefans banget sama Newt di film ini! Dia jadi favorit banget dan pas meninggal aku beneran nangis dong pas nonton di bioskop 😭

    Tapi, Maze Runner film series emang jadi salah satu film Dystopian favorit banget sih. Dibandingkan yang lain kayak Divergent atau Hunger Games, malah aku lebih suka ini. Mungkin karena kisah persahabatannya lebih kuat kali ya dibandingkan yang lain tuh banyak yang mendalami romance-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyesek parah itu. Padahal Newt bisa selamat kalau Brenda gak telat ngasih obat.

      Hapus
Lebih baru Lebih lama