Setahun Ruang eNIeR

 setahun ruang enier

Ruang eNIeR memang bukan sebuah kisah yang pantas, untuk menjadi wakil jejak-jejak panjang di dunia blogging. Tapi Ruang eNIeR adalah kisah baru yang konsisten mewadahi isi kepala. Sejauh ini. Maka, kusebut saja blog ini sebagai penyambung nyawa dari dahaga menulis di blog.

Hasil dari rasa penasaran dan gertakan bernada mengingatkan beberapa teman, membuat saya, pada akhirnya merawat Ruang eNIeR hingga usia setahun. Usia paling lama, dari blog-blog lain yang pernah saya cipta.

Sebagai perayaan satu tahun Ruang eNIeR, saya belum bisa memberi apa-apa pada pembaca semua. Belum ada giveaway, karena bahkan untuk membelikan pulsa saja masih berpikir mau darimana. Saya Nandar IR, pengurus satu-satunya blog ini (mudah-mudahan punya jodoh penulis blog juga, biar bisa ngurus sama-sama. Haha), hanya akan mengucapkan terima kasih kepada beberapa orang yang cukup penting dalam kisah panjang Ruang eNIeR. Saya harap takada yang terlewatkan.

Pertama.

Ucapan ini tentu saja sering disebut-sebut para pemenang penghargaan di televisi, khususnya di Indonesia. Yap, Tuhan, Allooh Subhaanahu Wata'aala. Sungguh ungkapan ini bukan sekadar cari muka, atau apapun. Ini soal bagaimana Ia selalu menegur, ketika keraguan muncul di tiap kalimat, hingga kata.

Terima kasih, atas segala jawaban-Mu yang sangat mampu meyakinkan. Bahwa sekalipun blog ini tak menghasilkan perduniawian, setidaknya bakal jadi cerita di masa depan. Setidaknya bakal jadi suatu amalan. Aamiin.

Itu saja untuk-Mu. Selebihnya, kita obrolkan berdua saja.

Kedua.

Tiga orang yang sempat satu tujuan, satu klub kecil, bernama Minim Diksi. Tiga orang; Deni Daryono, Sri Aisya Purwanti, dan Diana Pahira.

Hampir saja kita saling membuat jejak bersama. Jikalau waktu tidak pernah berkhianat dengan alasan, kembali lagi, soal keberlangsungan hidup di dunia. Hampir saja beberapa bulan ke depan kita merayakan setahun juga. Tapi mau bagaimana lagi, bukan jodohnya.

Terima kasih pernah percaya diri berseloroh, "kita bisa berhasil dengan menulis di internet. Kita bisa dapat uang Adsense. Kita bisa hidup dengan menulis di rumah!" Meski ujungnya gagal juga. Semoga kalian bertiga bisa membuat jejak lain yang lebih menjanjikan, lebih layak diperjuangkan. Daripada sekedar angan-angan.

Masih di Kedua. Andi Handiawan, yang pernah sering menegur karena konsistensi saya yang lemah. Anda bukan hanya suhu saya di dunia percintaan, tapi juga penegur yang tanpa peduli saya sakit hati. Sakit hati yang pada akhirnya jadi rasa sadar diri. Hatur nuhun suhu!

Ketiga.

Seorang perempuan yang sering muncul ketika postingan terbaru yang saya bagikan di sosial media sepi tombol like. Saya rahasiakan namanya, tapi mungkin ia juga tahu bahwa ia disebut di sini.

Mohon maaf sering menyuruh membaca tulisan saya. Karena kadang, entah kenapa, saya hanya berani menyuruhmu. Mungkin sudah terlanjur dekat dan jadi tempat curhat.

Terima kasih like-nya, terima kasih motivasi malu-malunya, terima kasih sudah jadi pembaca setia sejak lama. Saya ucapkan, "semangat!" Sebagai kata terakhirnya.

Keempat.

Blogger yang pernah sekomunitas, Reskia Ekasari. Bukan kenalan dekat yang tiba-tiba saja, saya merasa ia sudah jadi sahabat. Orang yang bahkan tak keberatan memberi tahu, bahwa sedang ada job untuk blogger. Memberi tahu soal tip dan trik menjadi blogger di masa ini. Ah, jadi terharu mengingatnya.

Terima kasih Resk. Meskipun saya rasa agak mustahil bertemu, semoga kita tetap menjadi sahabat baik yang saling membantu (kenyataannya, saya yang sering dibantu). Sampai sama-sama punya jodoh masing-masing. Aamiin.

Kelima.

1minggu1cerita. Akhirnya, sampai di sini juga. Komunitas ini jadi salah satu alasan, mengapa Ruang eNIeR bisa melangkah setahun. Melalui ide setor tulisan di website-nya, saya jadi terpacu. Takut kalau nomor cantik 686 hilang dari daftar anggota. Aturan yang sangat tidak memberatkan sama sekali. Sebab, ada 5 kesempatan boleh bolos. Lebih ringan dari bolos di dunia perkuliahan.

Terima kasih pernah selalu muncul di blog orang lain, di posisi paling bawah biasanya. Logo yang selalu menghantui, dan membuat penasaran ingin mengekliknya. Yang pada akhirnya, saya betah jadi anggota hingga sekarang.

Keenam.

Tentu saja beberapa blogger, yang memang tak sedekat Reskia, tapi sudah menjadi bagian dari cerita setahun ini juga. Mulai dari sering berkomentar di Ruang eNIeR, mengepos tulisan yang menarik untuk dibaca, sampai repot-repot jadi pengikut.

Kak Mbul atau saya lebih suka memanggilnya Kak Gus (gembulnita.blogspot.com), Awl atau Aina Awliya (justawl.com) sang penulis dengan gaya gawl, Mas Joko Utomo (tomtomid.online) yang selalu penasaran dengan suatu hal tentang blog, Kak Lia atau Peri Kecil Lia (https://www.wordsofthedreamer.comm) yang sempat khawatir dengan keadaan saya hehe, Kak Rani (blognyarani.com) dan Mbak Thessalivia (thessalivia.blogspot.com) dengan rekomendasi bukunya, Celestillalaland (celestillalaland.wordpress.com) yang bahkan cerita soal nama penanya sangat menarik, dan tentu saja Kak Monika Oktora (monikaoktora.com) yang bukunya berhasil saya koleksi atas kemenangan suatu event berhadiah di 1M1C.

Masih ada beberapa lagi sebetulnya, tapi semoga saja mereka bisa jadi wakil dari ungkapan rasa syukur mendapat kenalan orang-orang hebat selama setahun Ruang eNIeR ini. Berjalanlah terus, tetaplah memberi makna di tiap jejak kalimat tulisan kalian. Saya harap, jejak di blog kalian tak hilang sebab masalah uang.

Blog walking kalian, tidak sekadar saya sebut datang kemudian menghilang saja. Lebih dari itu, kalian secara tak langsung menambah semangat, supaya saya tetap merawat Ruang eNIeR dengan penuh tekad.

Ketujuh.

Terakhir,  terima kasih untuk kamu. Yang entah di mana, kapan, bagaimana, dan siapa, akan menjadi orang hebat baru yang berhasil saya temu. Bahkan meski kita belum saling menyapa, meski kamu hanya baru berani membaca tulisan saya saja. Saya akan menunggu. Pasti.

Setahun Ruang eNIeR

Jika dihitung sejak penemuan nama eNIeR sebagai nama penah versi misterius, maka harusnya ini adalah tahun ke-3 hari jadinya. Tapi mengingat konsisten dan serius menulis di blog, baru muncul 2020 lalu, maka saya berinisiatif saja untuk mengombinasikannya. Tanggal 12 Juli mewakili pemberian nama eNIeR, sedangkan 2020 untuk sebuah konsistensi. Diketokpalulah 12 Juli 2020, sebagai hari berdiri resmi.

Sudah sekitar 130-an lebih tulisan di blog ini. Dari puisi, cerpen, review ala kadarnya, cerita horor, opini kacangan, hingga tutorial. Semua saya usahakan ditulis sepenuh hati. Tanpa rasa malas, ataupun takut terkena kick teh Anil (salah satu orang besar di 1M1C).

Saya harap tulisan-tulisan itu memiliki kebermanfaatan di tiap kalimatnya, bagi para pembaca. Lebih lagi, bisa menjadi inspirasi. Karena sedih rasanya, jika tulisan saya hanya seperti coretan anak baru bisa nulis saja.

Jikapun masih banyak kekurangan perihal kesalahan berpikir kritis, berasumsi, berideologi, sampai menganalogi. Kalimat ini mungkin bosan kamu baca, tapi, "semua murni kekeliruas penulis saja." Maka berilah kritik kalau saja saya salah. Kritik keraspun akan saya terima.

Ke depan, Ruang eNIeR akan tetap terus berusaha memperbaiki diri. Dari segi tulisan, maupun etika saya sendiri. Sehingga pembaca tak jadi bosan dengan gaya tulisan di sini.

Harapan terbesar menuju Tahun Kedua nanti, adalah merombak tampilan tema yang jauh lebih rapi, segar, dan punya kecepatan lebih tinggi. Tampilan templat Igniplex, masih jadi favorit pribadi. Semoga harganya tidak naik terlalu ngeri.

Selain itu, tentu saja domain yang mudah-mudahan tetap (dot)com. Karena sekitar 4 bulan lebih beberapa hari lagi, saya wajib memperpanjang domain ini. Saya tunggu job barunya lagi, Resk. Hihi.

Sebelum menutup ruang, mungkin bisa saja ada yang bertanya, "kok, banyak blogger perempuan? Nyari kesempatan dalam kesempitan ya?" Serius, bisa saja akan ada yang bertanya pertanyaan konyol itu. Jawabannya cukup sederhana. Karena di komunitas, dan beberapa orang yang saya temui dan bersedia agak akrab, kebanyakan perempuan. Saya jarang menemukan blogger laki-laki, yang mau mengobrol lama. Itu saja sih.

Akhir kata, hanya sebatas itu dulu, perayaan atau syukuran setahun Ruang eNIeR. Mungkin tidak cukup spesial, tapi jamuannya memang baru sebatas itu. Kuharap, tahun kedua akan jauh lebih seru. Mungkin di tempatnya Deddy Corbuzier? Kita tidak pernah tahu.

Sekali lagi, terima kasih untuk kamu semua. Sampai jumpa di Dua Tahun Ruang eNIeR. Rapor setahunnya, resmi saya tanda tangani, dan siap diarsipkan.

***

Begitulah, seharusnya kalimat kebahagiaan setahun Ruang eNIeR itu. Tapi, mau bagaimana lagi? Ternyata blog itu salah satu kegagalan lainnya. 

Karena sangat-sangat mendadak dan menyesakkan dada, akupun mulai terlalu capek. Aku hanya butuh istirahat beberapa hari, minggu, atau mungkin sebulan. Entahlah, yang jelas aku belum mau menulis lagi.

Semoga tulisanku bisa kembali menemuimu. Tunggu saja, aku pasti kembali. 😁
Nandar IR

Calon penulis, menyukai videografi, dan hobi berpikir di kala rebahan. Harus kenal dekat dulu, baru asyik diajak ngobrol. Bukan berarti bersikap dingin, hanya kurang percaya diri memulai obrolan.

Posting Komentar

Hai, senang bisa mendapat komentar darimu! 😊

Lebih baru Lebih lama